Nilai Ekspor Produk Kerajinan Meredup - Pelemahan Ekonomi Global

NERACA

Jakarta – Pelemahan ekonomi beberapa negara ikut menyebabkan pelemahan ekspor beberapa produk asal Indonesia khususnya produk kerajinan tangan. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dalam Pembukaan Pemeran Crafina di Jakarta, Rabu (20/11).

“Selama ini usaha kerajinan mampu mengembangkan sektor riil, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan penghasilan bagi semua elemen yang terlibat dalam usaha tersebut. Bahkan kenaikan ekspor produk kerajinan tangan bisa sampai dengan 5-6% pertahun. Namun pada 2013, kondisinya agak sedikit berbeda karena ada penurunan aktifitas ekonomi,” katanya.

Pada periode 2008-2012, ekspor produk kerajinan Indonesia terus mengalami peningkatan dengan tren sebesar 5,61%. Pada 2012, ekspor kerajinan mencapai US$696 juta. Namun pada periode Januari- Agustus 2013, nilai ekspor kerajinan tangan ini hanya USD 446,41 juta. Nilai ekspor ini menurun 2,34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana nilainya mencapai USD 457,12 juta. Adapun negara-negara tujuan ekspor produk kerajinan antara lain Amerika Serikat sebesar 43,32%, Jepang 11,78%, Inggris 5,03%, Jerman 3,7% dan Australia 3,14%.

Gita mengakui, pengrajin di Indonesia saat ini masih mempunyai kendala permodalan dari lembaga perbankan. Permodalan sangat dibutuhkan untuk mengembangkan usaha. Untuk itu Gita mengimbau perbankan bekerjasama untuk memberikan akses permodalan bagi yang tidak memiliki akun bank.

Kesiapan pengusaha UKM ini juga sangat dibutuhkan untuk bersaing nantinya di Asean Economic Community (AEC) 2015.Tingkat daya saing produk-produk antar negara terutama harga, kualitas dan desain akan terjadi. “Persaingan itu tidak akan pernah bisa menjatuhkan para pengusaha atau pengrajin. Justru akan mendorong mereka untuk lebih kreatif menghasilkan produk yang diminati pasar global dan lokal,” tegasnya.

Persaingan tersebut, lanjut Gita, tidak akan pernah bisa menjatuhkan para pengusaha/pengrajin, sebaliknya akan lebih mendorong dan memotivasi mereka untuk lebih tangguh dan kreatif dalam menghasilkan produk-produk yang diminati pasar global maupun lokal.

Hal ini harus terus didukung oleh semua pihak terutama dalam pengembangan produk dan pemasaran. "Tingginya minat pasar internasional terhadap kerajinan Indonesia karena kerajinan Indonesia merupakan produk hasil sentuhan seni dan budaya Indonesia dengan cita rasa yang tinggi, kreatif dengan sederet keistimewaan serta keunikan lainnya yang tidak dimiliki dan bahkan tidak dapat disaingi oleh produk bangsa-bangsa lain di dunia," urainya.

Gelar Pameran

Guna meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia, diselenggarakan pameran produk kerajinan atau Crafina yang ke 6 di Jakarta. Mendag berharap penyelenggaraan pameran tersebut bisa meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia di pasar nasional (lokal) maupun global, mengangkat harkat dan martabat para pengrajin, serta meningkatkan dan mengembangkan ekspor produk kerajinan.

Melalui pameran ini, diharapkan para pengrajin, pengusaha, eksportir, serta UKM dapat mengangkat produk kerajinan Indonesia dengan menampilkan produk-produk yang lebih inovatif dan memiliki daya kreativitas tinggi, serta membangun jejaring kerjasama usaha dalam mengembangkan potensi dan peluang produk kerajinan Indonesia di pasar dunia.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Rudy Lengkong menargetkan pameran Crafina bisa mendatangkan 36.000 pengunjung dengan jumlah transaksi Rp20 miliar. Ia menjelaskan, sejak penyelenggaraan pameran Crafina pertama dilakukan tahun 2008, jumlah pengunjung terus meningkat. Tahun 2008 jumlah pengunjung hanya 5.815, melonjak tahun 2012 sebanyak 33.878 pengunjung.

Untuk omset pameran juga mengalami peningkatan. Tahun 2008 omset pameran Crafina tidak sampai Rp1 miliar, sedangkan 2012 omsetnya mencapai Rp18,7 miliar. “Pameran ini diikuti oleh para eksportir kerajinan tangan. Oleh karena itu, pameran ini saya harapkan terus diselenggarakan setiap tahunnya,” ujarnya.

Related posts