Pemerintah Cibir Peran Dua Bursa Komoditi - Belum Berdampak Bagi Perekonomian

NERACA

Jakarta – Pemerintah mengharapkan adanya dua bursa berjangka komoditas di Indonesia dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menyebutkan, saat ini dampak adanya dua bursa komoditas di Indonesia hanya dirasakan pelakunya, yaitu pialang dan trader.

Selain itu, dia berharap pada 2014 mendatang sosialisasi bursa berjangka komoditas dapat dilakukan agar semakin banyak masyarakat memahami bursa ini dan mau terlibat di dalamnya, “Jika melihat kondisi sekarang, memang dampak ke perusahaan jelas, diuntungkan. Namun, dampak bagi keseluruhan ekonomi Indonesia yang harus ditingkatkan, ujar dia di Jakarta, Rabu (20/11).

Menurut dia, sistem perdagangan alternatif (SPA) seperti ini belum terlalu berdampak karena masih minimnya transaksi multilateral. Dia menyebutkan saat ini masih 5 % dan pemerintah memnginginkan mencapai 30%.“Sehingga, SPA akan semakin menarik dan yang kita jaga adalah aturan. Selain itu, pemerintah sangat berkepentingan disini agar tidak ada praktek perdagangan di luar bursa yang tidak terkelola yang tidak melindungi masyarakat”, jelasnya.

Kendatipun demikian, diri mengaku optimis target pemerintah untuk meningkatkan transaksi multilateral tercapai, karena didorong tren perdagangan crude palm oil (CPO) tahun depan yang masih memiliki prospek bagus terkait bahan bakar biofuel. “Tapi harus dipikirkan, karena price reference biofuel itu sulit dirumuskan karena terdiri dari campuran solar dan CPO”, katanya.

Diharapkan, dengan keluarnya Permen ESDM, artinya market sudah tercipta dan tinggal bursa komoditas menyusun harganya. Sebut saja, seperti timah yang sebelumnya tidak ada kejelasan legalitas timah, setelah diserahkan ke salah satu bursa komoditas yaitu ICDX membuat dampak yang cukup positif.

Dia menjelaskan bahwa meskipun jual beli timah berkurang, namun harganya semakin naik dan akan lebih aman, “Sementara emas masih cukup prospektif, ini terjadi karena orang banyak pertanyakan likuiditas dolar AS, keputusan kongres, keputusan The Fed. Sehingga, emas yang tadinya safety haven mulai liquid dan mulai baik di kmoditas dan derivatif”, jelasnya.

Komoditas Emas

Kata Bayu Krisnamurti, komoditas yang cukup berharga seperti emas jangan sampai dikeruk saja tanpa ada pegangan apapun atau tanpa ada sisa seperti di bursa komoditas. Selain emas, kakao juga disebut sebagai komoditas yang semakin menarik. Hal ini didorong industri pengolahan kakao dalam negeri mulai memiliki permintaan tinggi, “Yang harus diwaspadai adalah jangan sampai tidak serius produksi, sehingga kita harus impor biji-biji kakao tersebut. Padahal, sudah ada salah satu CEO perusahaan kakao, yang sudah investasi di Malaysia dan berani investasi di sini 2 kali lebih besar unutk powder dan butter”, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sutriono Edi mengatakan, ada kemungkinan Jakarta Future Exchange (JFX) dapat dijadikan pusat bursa komoditas kakao, kopi dan batubara pada 2014 mendatang. Jika dalam penggarapannya cukup baik, Bappebti akan memberi hak eksklusif untuk komoditas tersebut pada JFX.“Kita berharap akan semakin dipercaya oleh masyarakat, kakao dan kopi akan kita lihat konsentrasinya bagaimana dan akan kita evaluasi lagi,”ungkapnya. (nurul)

Related posts