Kebocoran APBN Jadi “Racun” Pembangunan - Anggaran Negara Harus Diumumkan ke Publik

NERACA

Jakarta---Pemerintah terus mencari cara guna menekan kebocoran anggaran APBN 2011. Karena bocornya anggaran memperburuk kualitas pembangunan negara. Sehingga pemerintah meminta penggunaan dana APBN harus dibuka ke publik. "Bocornya anggaran APBN ini, merupakan racun yang mengganggu kualitas pembangunan kita," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa kepada wartawan di Jakarta, (15/7)

Lebih jauh Hatta mengatakana kebocoran anggaran tersebut juga dapat menambah biaya dalam upaya pembangunan ekonomi. "Jadi yang tadinya bisa beli 2, cuma bisa beli 1, yang tadinya bisa bangun pelabuhan luas jadi pelabuhan kecil," tambahnya.

Yang jelas, kata Hatta, perlu pemberantasan kebocoran anggaran melalui transparansi informasi dan audit yang ketat. "Kebocoran itu harus diberantas harus betul-betul publik assesment, anggaran dibuka di website. Karena itu bagian informasi publik. Bukan rahasia begitu diketok, itu milik publik, jadi menekan kebocoran," imbuhnya.

Langkah ini dilakukan menghindari terjadinya kebocoran seperti yang terjadi pada anggaran Wisma Atlet, Palembang. Yang jelas, penggunaan APBN harus dinformasikan kepada public. "Jadi publik bisa lihat dan sekaligus mengontrol. Loh ini kok beli mobil harganya segini, kan harga pasarnya tidak segini," tegasnya.

Menurut Hatta, langkah pengumuman ini akan dijamin oleh payung hukum, sehingga data tersebut dapat menjadi dokumen publik. "Jadi semua bisa lihat, anggaran dari masing-masing K/L," tandasnya.

Dengan adanya pemaparan anggaran tersebut, lanjut Hatta, maka akan meminimalisir adanya penyelewengan anggaran. "Menurut saya itu bagian untuk menekan potensi kebocoran," tegas dia.

Namun Hatta enggan berkomentar jauh mengenai masalah kebocoran anggaran tersebut, namun demikian dia mengakui hal tersebut bisa saja terjadi. "Apakah ada kebocoran saya tidak berani duga, tapi bisa saja," cetusnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui “gagal” mencapai target penghematan. Karena target penghematan "dipatok" Rp20 trilin. Namun yang tercapai hanya Rp 16,9 triliun. "Target penghematan Rp 20 triliun, tetapi yang bisa dihimpun Rp 16,9 triliun," katanya.

Namun Agus berani mengklaim pemerintah telah melakukan penekanan terhadap kegiatan yang kurang produktif. Sehingga dananya bisa digunakan program yang mendesak dan prioritas. "Penghematan anggaran itu betul-betul atas anggaran untuk hal-hal yang dapat dihemat karena dapat dikatakan kurang produktif sehingga dapat dialokasikan ulang untuk hal-hal yang lebih prioritas dan produktif," tambahnya.

Lebih jauh kata mantan Dirut Bank Mandiri ini, langkah penghematan berdasarkan pentunjuk Inpres Penghematan Anggaran tahun 2011 dengan mengalokasi ulang anggaran yang dianggap kurang produktif ke kegiatan yang yang lebihprioritas dan produktif. "Inpres ini dapat menghemat anggaran tahun 2011 sebesar Rp 16,9 triliun," tegasnya.

Melalui langkha penghematan ini, Agus mengatakan, anggaran pemerintah akan terlihat lebih ramping dan terjaga. Tidak boros untuk hal yang tidak perlu dan tidak produktif, "ladi, ini menunjukkan anggaran kita cukup ramping dan terjaga dengan baik," paparnya.

Menyinggung soal harga minyak dunia yang masih tinggi, Agus mengaku pemerintah belum mengkhawatirkan kenaikan minyak dunia tersebut. Alasanya dengan keadaan anggaran belanja yang baik meski Indonesia Crude Price (ICP) dalam keadaan naik namun, dia melihat jika keadaan tersebut sifat-nya fluktuatif."Kitai memang lihat harga minyak ICP, Brend, UTI, sudah di atas USD100 tapi kondisi hari ini dan besok bisa berubah. Dua hari yang lalu harganya USDU3 per barrel sekarang USD110 per barel, jadi masih fluktuasi," terangnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi NERACA Sukabumi - Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kota Sukabumi ternyata…

Ketua DPR Serukan Lembaga Negara Awasi Penyalahgunaan Medsos

Ketua DPR Serukan Lembaga Negara Awasi Penyalahgunaan Medsos NERACA Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyerukan kepada aparat dari…

BEI Sayangkan Masih Listing di Negara Lain - Miliki Return Investasi Tinggi

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pasar modal menjadi ketertarikan investor asing menanamkan modalnya tanah air, namun ironisnya masih ada…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII Jamin Proyek SPAM Di Bandar Lampung - Butuh Rp250 triliun untuk Sarana Air Minum

      NERACA   Lampung – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT PII melaksanakan penandatanganan penjaminan proyek yang…

PHE Serahkan Pengelolaan Sukowati ke Pertamina EP

    NERACA   Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu minyak…

Skema KPBU Perlu Dukungan Kepala Daerah

      NERACA   Lampung - Pemerintah tengah fokus dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Namun yang jadi…