Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dokter di Indonesia - Untuk Tercapainya MDGs 2015

NERACA

Kita dikejutkan oleh dua kabar besar yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan pendidikan kedokteran. Dua kabar tersebut adalah meningkatnya angka kematian ibu, dan juga dipertanyakannya kualitas pendidikan dokter di negara ini.

Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), spesialis Kebidanan dan kandungan mengatakan, Indonesia tengah mengupayakan tercapainya MDGs sampai 2015, namun banyak permasalahan yang harus diselesaikan untuk mencapainya tujuan tersebut.

Menurutnya, peran dokter yang sebagai tulang punggung pelayanan kesehatan masyarakat memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk berperan dalam menurunkan angka kematian ibu. “Dokter berada dalam posisi merupakan aset terpenting dan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutur Dwiana.

Ia mengatakan, masalah ini menjadi lebih tajam di kala pendidikan kedokteran memasuki era baru, yaitu adanya perubahan kurikulum pendidikan kedokteran, perubahan kebijakan dan Undang-Undang Pendidikan Kedokteran, serta menjamurnya fakultas kedokteran swasta dan negeri baru di berbagai daerah.

Berita tentang menurunnya kualitas pendidikan dokter seharusnya menjadi pemicu bagi para pihak yang terlibat di dalamnya untuk bertindak dan melakukan sesuatu, seperti halnya juga perlu melakukan sesuatu terhadap peningkatan angka kematian ibu di Indonesia.

Menurut Dwiana, ada hal yang kontradiktif, ilmu pendidikan kedokteran semakin maju, pusat pendidikan semakin banyak, namun mengapa belum bisa memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu, sebaliknya malah meroket, kembali seperti tahun 1997, sebelum era Reformasi, era di mana kita bertekad mengubah pandangan dan cara berpikir kita dalam membangun bangsa dengan cara yang lebih baik.

Dalam merumuskan jalan keluar masalah ini, diperlukan pemikiran-pemikiran yang berani, dan “out of the box”. Membangun pendidikan kedokteran tidaklah sederhana, melibatkan berbagai disiplin ilmu, kompetensi, berbagai institusi yang berkaitan, lintas pusat dan daerah, swasta dan pemerintah. melibatkan berbagai profesi di dalamnya.

Selain itu, di level kebijakan nasional maupun daerah kita justru menjumpai berbagai kendala yang menyudutkan pendidkan kedokteran. Kekhawatiran yang ditakutkan pun mulai tampak, yaitu kita lupa pada fokus peningkatan kualitas dokter, yang siap terjun di masyarakat, serta sesuai dengan spesifikasi dalam prioritas menghadapi berbagai masalah kesehatan di masyarakat.

Kajian yang menyatakan Indonesia memerlukan sejumlah dokter tertentu tidaklah terbantahkan, yang diikuti dengan pembangunan institusi pendidikan sebanyaknya, menerima anak didik, serta menghasilkan dokter baru yang lebih banyak setiap tahunnnya.

Related posts