Modernland Raih Fasilitas Kredit US$ 45 Juta

NERACA

Jakarta – PT Modernland Realty Tbk (MDLN) raih fasilitas kredit dari Bank Standard Cgartered Singapura dan Indonesia sebesar US$45 juta. Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk William Honoris dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (19/11) menyebutkan, penarikan pinjaman akan dilaksanakan setelah dipenuhinya seluruh persyaratan pendahuluan sebagaimana dimaksud pada perjanjian fasilitas, namun tidak terbatas kepada diperolehnya persetujuan berdasarkan anggaran dasar perseroan.

Perseroan telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit tersebut dengan Standard Chartered Bank Singapore Branch dan Standard Chartered Bank Jakarta Branch pada 15 November 2013. Perseroan meraih pendapatan sebesar Rp1,40 triliun pada akhir September 2013 lalu atau naik hampir 50% dibandingkan pendapatan periode sama tahun sebelumnya Rp714,85 miliar.

Laba bersih diraih sebesar Rp721,63 miliar dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang Rp165,88 miliar. Dalam laporan keuangannya, penjualan bersih diakhir September 2013 sebesar Rp1,33 triliun memberi kontribusi terbesar terhadap pendapatan perseroan yang kemudian diikuti pendapatan dari lapangan golf dan restoran club house sebesar Rp32,80 miliar, serta pendapatan dari hotel sebesar Rp37,56 miliar.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan, dan beban pokok penjualan serta beban langsung yang berhasil ditekan hingga 24,36% menjadi Rp320,62 miliar membuat laba bersih perseroan di akhir September 2013 melesat 77,01% menjadi Rp721,63 miliar dari sebelumnya Rp165,88 miliar di akhir September 2012.

Sementara itu, liabilitas perseroan di akhir September 2013 mengalami penurunan, yakni menjadi Rp2,18 triliun dari sebelumnya Rp2,37 triliun di akhir Desember 2012, sedangkan ekuitas naik menjadi Rp2,95 triliun dari Rp2,23 triliun di akhir Desember 2012. Total aset perusahaan pengembang properti dengan kode emiten MDLN ini hingga akhir September 2013 tercatat mencapai Rp5,13 triliun atau meningkat dibanding dengan aset perseroan di akhir Desember 2012 sebesar Rp4,59 triliun, dengan jumlah kas dan setara kas akhir periode tercatat sebesar Rp460,43 miliar.

Sementara itu, sejak 13 November 2013, perseroan telah memulai perdagangkan nominal saham baru di pasar reguler/negosiasi. Adapun perdagangan di pasar tunai dimulai pada 18 November 2013 kemarin. Sebelumnya perseroan memnag telah berencana akan melakukan perubahan nominal saham dari Rp500 menjadi Rp250 atau untuk saham seri A dan dari Rp250 menjadi Rp125 untuk saham seri B atau 1:2. Adapun keputusan ini sudah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham pada 27 September 2013 lalu dan juga Kemenkumham pada 25 Oktober 2013. (nurul)

Related posts