IHSG Percaya Diri Bertahan di Zona Hijau

NERACA

Jakarta – Perdagan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa sore, kembali melanjutkan penguatan. Masih berlanjutnya aksi beli membawa indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat tipis 4,744 poin (0,11%) ke level 4.398,336. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,286 poin (0,17%) ke level 738,007.

Analis Sinarmas Sekuritas, Tessa Mulia mengatakan, pergerakan indeks BEI Selasa cenderung mendatar menyusul antisipasi pelaku pasar terkait bakal dirilisnya data AS pada pekan ini, “Menjelang publikasi data "trade balance" Jepang juga menjadi salah satu faktor pergerakan indeks BEI. Pelaku pasar mengharapkan bahwa data ekonomi Jepang itu membaik,”ujarnya di Jakarta, Selasa (19/11).

Berikutnya, jika sesuai estimasi, indeks BEI Rabu secara teknikal akan bergerak menguat di level 4.373--4.430 poin. Sementara Kepala Riset KDB Daewoo Securities, Betrand Reynaldi mengatakan, secara teknikal kenaikan IHSG pada Selasa kemarin memberikan sinyal penguatan untuk perdagangan selanjutnya.

Dia menambahkan, pelaku pasar asing yang masih tercatat melakukan beli bersih (net buy) di pasar reguler pada perdagangan kemarin sebesar Rp89 miliar menambah sentimen positif,”Namun, transaksi pasar masih 'downtrend', volume perdagangan melemah, sehingga untuk perdagangan Rabu perkirakan IHSG akan mengalami sentimen fluktuasi bergerak di kisaran 4.191--4.498 poin,”jelasnya.

Pada perdagangan kemarin, aksi beli saham oleh investor lokal berhasil membuat IHSG menguat. Bursa Efek Indonesia (BEI) jadi satu-satunya bursa yang menguat di regional sore hari. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 119.644 kali pada volume 3,529 miliar lembar saham senilai Rp 4,124 triliun. Sebanyak 170 saham naik, sisanya 51 saham turun, dan 78 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia tak mampu lagi membendung aksi jual yang terjadi dan akhirnya jatuh seluruhnya di bursa merah. Hanya bursa Indonesia yang masih menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Metropolitan Kentjana (MKPI) naik Rp 1.000 ke Rp 9.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 20.150, Astra Agro (AALI) naik Rp 400 ke Rp 22.400, dan Chandra Asri (TPIA) naik Rp 175 ke Rp 3.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 1.350 ke Rp 5.450, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 30.450, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 65.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 19.050.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 15,744 poin (0,36%) ke level 4.377,848. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,486 poin (0,34%) ke level 734,235. Indeks sempat jatuh hingga ke level terendahnya di 4.365,023. Aksi jual terjadi di tujuh sektor saham. Sektor agrikultur masih bisa menguat hingga lebih dari satu persen namun gagal membawa IHSG positif.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 75.207 kali pada volume 1,858 miliar lembar saham senilai Rp 2,025 triliun. Sebanyak 170 saham naik, sisanya 51 saham turun, dan 78 saham stagnan. Burs-bursa di Asia juga mulai berjatuhan ke teritori negatif padahal diawal masih banyak yang positif. Kali ini hanya bursa saham Hong Kong yang masih hijau.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 550 ke Rp 22.550, United Tractor (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 20.000, Selamat Sempurna (SMSM) naik Rp 175 ke Rp 3.375, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 150 ke Rp 13.300. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 1.350 ke Rp 5.450, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 30.450, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 65.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 19.050.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 2,36 poin atau 0,05% menjadi 4.391,24. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,69 poin (0,09%) ke level 736,03. Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar cenderung mengambil posisi ambil untung setelah saham-saham di bursa dalam negeri mengalami penguatan cukup signifikan pada Senin awal pekan kemarin, “Bursa Asia yang bervariasi menambah sentimen bagi pelaku pasar untuk menahan aksi beli," katanya.

Menurut dia, secara teknikal indeks BEI masih masih memiliki potensi kenaikan. Akan tetapi, potensi tersebut tentunya harus didukung dengan sentimen yang ada sehingga dapat mempertahankan kenaikan lanjutan."Namun demikian, tetap mewaspada adanya potensi 'suddenly reversal'," katanya.

Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa IHSG BEI masih berpotensi bergerak "mixed to up" untuk kembali menguji level batas atas dalam jangka pendek di 4.406 poin. Kisaran perdagangan akan berada dalam 'support' 4.368-4.343 poin dan 'resistance' 4.410--4.430 poin. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 120,04 poin (0,51%) ke level 23.780,10, indeks Nikkei-225 turun 98,74 poin (0,65%) ke level 15.066,32 dan Straits Times menguat 0,93 poin (0,02%) ke posisi 3.203,90. (bani)

Related posts