MNC Perpanjang Masa Buyback Hingga 2014 - Pasar Dinilai Masih Berfluktuasi

NERACA

Jakarta – PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) akan memperpanjang masa pembelian kembali (buyback) sahamnya dari yang semula akan berakhir pada 30 November 2013 menjadi 2 Maret 2014. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (19/11).

Kata Sekretaris perusahaan PT Media Nusantara Citra Tbk Arya Sinulingga, perpanjangan masa buyback saham tersebut dilakukan mengingat kondisi pasar yang masih berfluktuasi sehingga perseroan akan melanjutkan masa buyback selama 3 bulan kedepan terhitung mulai tanggal 2 Desember 2013 sampai dengan 2 Maret 2014.

Selain itu, perseroan telah membeli kembali sahamnya sebanyak 202.000 lembar saham pada tanggal 18 November 2013 dengan harga rata-rata Rp2.488 per lembar saham. Dengan demikian, perseroan kembali menggelontorkan dana untuk transaksi buyback tersebut sekitar Rp502,58 juta. Adapun jumlah saham yang telah berhasil di buyback perseroan kini diperkirakan mencapai sebanyak 122,03 juta lembar saham.

Belum lama ini, pada awal November, perseroan kembali melakukan transaksi buyback saham sebanyak 576.000 lembar. Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk Jarod suwahjo dalam keterangan tertulisnya menyebutkan saham tersebut dibeli perseroan dengan harga rata-rata Rp2.413 per saham, sehingga total keseluruhan dari transaksi tersebut mencapai Rp1,39 miliar.

Dengan adanya transaksi tersebut, kini jumlah saham yang telah berhasil di buyback oleh perseroan diperkirakan mencapai 121,83 lembar. Sementara dia memperkirakan pelaksanaan buyback saham ini akan terus dilakukan oleh perseroan sampai dengan akhir bulan November ini. Hingga September 2013, laba bersih perseroan naik 8,77% menjadi Rp1,27 triliun atau Rp91 per saham dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang meraih laba bersih Rp1,17 triliun atau Rp84 per saham.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal ketiga 2013, pendapatan usaha naik jadi Rp4,75 triliun dari pendapatan usaha sebelumnya Rp4,46 triliun dan beban turun tipis jadi Rp2,02 triliun dari beban sebelumnya Rp2,04 triliun dan laba kotor masih meningkat menjadi Rp2,72 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya Rp2,04 triliun.

Sedangkan laba sebelum pajak naik jadi Rp1,77 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp1,62 triliun. Total aset per September 2013 mencapai Rp9,60 triliun naik dari total aset per Desember 2012 yang Rp8,96 triliun. Sementara itu, terkait suspensi ketiga saham grupnya yaitu MNCN. BMTR dan BHIT, manajemen perseroan memberikan tanggapan bahwa Mahkamah Agung (MA) memutuskan perkara antara Siti Hardiyanti Rukmana (SHR) dan PT Berkah Karya Bersama mengenaik sengketa kepemilikan PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI) merupakan kasus antara Berkah dan SHR.“MA memmutuskan perseroan bukan merupakan pihak dalam perkara tersebut, sehingga hal ini tidak membawa dampak terhadap kinerja operasional dan keuangan perseroan”, katanya. (nurul)

Related posts