Indonesia Pilihan Tepat Investasi di Asia

NERACA

Jakarta - Asia Capital Markets Day dinilai sukses menjadi fasilitator dialog antara investor pasar modal Eropa dengan perusahaan-perusahaan besar Asia. Disebutkan, Asia Capital Markets Day merupakan sebuah kegiatan yang diadakan di London, Inggris, mempertemukan investor dengan emiten di Asia.

Direktur Utama Valbury Capital Management, Julius V Sihombing mengatakan, acara yang diselenggarakan 14 November 2013 tersebut memberi poin tersendiri pada tingkat ketertarikan yang tinggi investor-investor Eropa mencari peluang investasi di pasar modal Asia dan terutama Indonesia, “Peluang Asia dan terutama Indonesia sangat besar dalam menarik minat investor Eropa,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (19/11)

Dia menuturkan, Valbury bersama sister company di London, Valbury Capital melihat acara ini mempertemukan dua sisi pasar Eropa dan pasar Asia dan membuat jembatan akses semakin terbuka untuk memperkenalkan pasar Eropa terhadap perusahaan-perusahaan Indonesia.

Oleh karena itu, dengan event tersebut, maka proses mempertemukan emiten-emiten asal Indonesia dengan investor Eropa terbuka lebar. Terlebih dengan adanya Valbury Capital yang berbasis di London, Inggris.

Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida yang juga hadir memberikan pendapatnya, bila Indonesia dinilai layak dan menjadi pilihan utama investasi di Asia, “Tahun lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,2%, lebih tinggi dari rata-rata negara Asia Tenggara lainnya. Di pasar modal sendiri, mengalami peningkatan sebesar 20% sejak 2009. Maka ini menjadi alasan, Indonesia pilihan tepat investasi di Asia,”tandasnya.

Dia menambahkan, strategi OJK untuk tetap membuat angkanya naik dari tahun ke tahun adalah dengan menyederhanakan prosedur dan regulasi berinvestasi tanpa mengesampingkan faktor proteksi bagi para investor. Diharapkan, dengan cara demikian akan lebih menarik minat investor pada pasar modal Indonesia. “Kami yakin investor akan sangat tertarik, selama kita menjaga pasar yang sehat dan transparan,”tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito pernah bilang, investor asing masih diperlukan untuk memberikan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, investor domestik harus ditingkatkan agar tidak bergantung kepada investor asing dalam menanam investasinya di Indonesia, “Dana asing tetap kami butuhkan, karena sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,”paparnya.

Namun diakuinya, semakin tinggi investasi asing di pasar modal Indonesia akan menimbulkan kerentanan dari dana asing. Di sisi lain, otoritas BEI juga tak bisa melarang investor asing untuk melakukan investasi di pasar modal Indonesia. Larangan justru akan memicu pelemahan dan berujung pada melambatnya perekonomian nasional."Kalau kita larang asing masuk kesini, hal itu dampaknya sangat buruk, bisa mengganggu ekonomi kita, pastinya memperlambat pertumbuhan ekonomi yang ada disini,”ujar Ito. (bani)

Related posts