Genjot Produksi, Dwi Aneka Tambah Mesin Baru - Investasikan Dana Rp 141,42 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) akan meningkatkan kapasitas produksi corrugated carton dan offset printing, yang akan diperolehnya dari dana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengemasan ini, berencana menyiapkan dana untuk meningkatkan produksinya sekitar Rp109,28 miliar hingga Rp141,42 miliar.

Disebutkan, dari dana IPO yang ditargetkan mencapai Rp273,21 miliar-Rp353,57 miliar, sekitar 40% akan digunakan untuk modal kerja dan 60% untuk belanja modal. Presiden Direktur PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Andreas Chaiyadi Karwandi mengatakan perolehan dana IPO akan dialokasikan untuk belanja modal dalam rangka peningkatan kapasitas produksi. Dia juga menyebutkan harga perdana saham di kisaran Rp425 sampai Rp550 per saham dan melepas sebanyak-banyaknya 642.857.000 saham ke publik.“Biaya investasi untuk divisi offset printing akan lebih besar dibandingkan divisi corrugated carton, hal ini dikarenakan penjualan kemasan lunak lebih tinggi. Peningkatan kapasitas dengan membeli mesin, sekitar empat mesin untuk divisi offset printing”, jelasnya di Jakarta, Selasa (19/11).

Dia menyebutkan, pihaknya berencana meningkatkan kapasitas produksi divisi offset printing dari 36 ribu ton per tahun menjadi 76 ribu per tahun atau meningkat 111%. Sementara untuk divisi corrugated carton menjadi 48 ribu to per tahun dari sebelumnya 24 ribu per tahun.“Kemasan produk merupakan salah satu alat branding dan pemasaran yang penting bagi klien-klien kami. Oleh karena itu kami terus berinvestasi untuk penambahan kapasitas produksi maupun inovasi ternologi untuk menjaga konsisten hasil produksi kami”, katanya.

Terkait kinerja keuangannya, dia menargetkan laba bersih sepanjang 2013 sekitar Rp37,23 miliar atau naik 35% dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp27,58 miliar. Menurut dia, pihak manajemen akan mengupayakan pertumbuhan laba bersih tahun ini dapat naik 35% dari tahun sebelumnya.

Hingga semester pertama 2013 perseroan sudah membukukan laba bersih sebesar Rp29,22 miliar atau sebesar Rp10,15 miliar. Sementara penjualan hingga Juni 2013 telah mencapai Rp184,99 miliar atau meningkat sebesar 87,61% dari Rp98,60 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Investor Domestik

Terkait rencana IPO, Managing Director Head of Investment Banking NISP Sekuritas Fadjar Sutandi menyebutkan mengincar investor domestik dalam menawarkan perdana sahamnya. Hal ini disebabkan IPO perseroan tidak melakukan road show ke sejumlah negara. Meskipun begitu, dia yakin saham perseroan akan terserap dengan baik oleh investor domestik.“Apalagi melihat kinerja keuangan Dwi Aneka yang sehat dan selalu meningkat setiap tahunnya. Sehingga kita tidak melakukan road show, kita tawarkan saham ini di Jakarta saja. Lagi juga, target dana IPO juga tidak terlalu besar dan kita optimis akan mendapatkan sambutan positif”, jelasnya.

Dalam pelaksanaan IPO, perusahaan pengemasan ini akan melepas saham ke publik sebanyak-banyak 642.857.000 saham atau 30% dari modal di tempatkan dan disetor. Jumlah saham tesebut, sudah termasuk 17.020.000 saham yang dialokasikan di dalam program saham karyawan (Employee Stock Allocation/ESA). Adapun penawaran awal (book building) telah dilakukan sejak 13 - 26 November 2013. Pernyataan efektif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan diperoleh pada 4 Desember 2013, sehingga penawaran umum dapat dilakukan 6-10 Desember 2013, penjatahan 11 Desember 2013, pembayaran ke emiten hingga distribusi pada 13 Desember 2013, dan dilanjutkan dengan pencatatan saham di papan Bursa Efek Indonesia pada 16 Desember 2013. (nurul)

Related posts