Bina Mahasiswa Dorong Ciptakan Lapangan Kerja - Program CSR Bank Mandiri

NERACA

Jakarta – Bank Mandiri menggandeng 412 perguruan tinggi guna melibatkan para mahasiswa untuk mengubah pola pikir guna mendorong usaha penciptaan lapangan kerja. Karena itu melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) membina wirausaha muda mandiri. “Kami ingin mengubah pola pikir para mahasiswa untuk menciptakan lapangan kerja baru," ujar Sukoriyanto Saputro, Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk kepada wartawan di Jakarta,17/7.

Menurut Sukoriyanto, Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) pada 2011 kembali diselenggarakan oleh Bank Mandiri Tbk dan sudah berjalan sejak tahun 2007 . Bahkan saat ini telah mencetak 6.545 pengusaha muda baru. Karena itu sasaran utamanya, program CSR ini membidik para mahasiswa untuk menciptakan inovasi

Dalam program WMM peserta diberikan pendidikan seputar kewirausahaan kepada pesertanya, seperti seminar etika bisnis dan bagaimana menjalankan usaha dengan baik, serta pendidikan mengenai frachais usaha.

Selain WMM, tahun ini PT Bank Mandiri juga membuat program baru yaitu Technopreneur. program ini ditujukan bagi anak muda yang memiliki inovasi dalam mengembangkan energi yang terbarukan, seperti efisien listrik, air bersih, maupun pengelolaan teknologi informasi. keseluruhan inovasi tersebut harus berguna bagi masyarakat di suatu wilayah.

Untuk para pengusaha muda tersebut, bank Mandiri menyiapkan award dalam bentuk dana pinjaman. Bagi para pengusaha yang baru mengembangkan inovasinya, disediakan total dana pinjaman Rp 200 juta. Sedangkan bagi para pengusaha yang memperbesar usahanya, disediakan total dana pinjaman Rp 5,5 miliar. Dana tersebut berasal dari dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang diambil dari laba bersih bank Mandiri sebesar 4%.

Menurut CSR Dept Head Bank Mandiri Nila Mayta Dwi Rihandjani, para pengusaha muda yang telah di cetak sejak 2007 memiliki progres yang positif. "Semua usaha yang mereka jalankan saat ini dalam keadaan baik dan terkontrol. Lagi pula sejak awal mereka ikut kegiatan WMM memang selalu kami kontrol dan bina," katanya.

WMM dan Technopreneur dapat diikuti oleh mahasiswa dengan batas usia 35 tahun. Khusus untuk Technopreneur, para calon peserta diharapkan telah memiliki barang atau inovasi yang siap dipresentasikan. Tetapi secara keseluruhan, inovasi yang diikutkan oleh calon peserta wajib WMM maupun Technopreneur memang belum pernah menerima atau mengikuti kompetisi apapun. Peserta dapat mendaftarkan diri secara online.

Pihak Bank Mandiri berharap melalui program ini selain terciptanya lapangan kerja baru dan pengusaha baru, inovasi yang tercipta dapat membantu daerah-daerah tertinggal di pelosok Indonesia. (vanya)

BERITA TERKAIT

KTNA Depok Dorong Usaha Tani Mandiri Profesional - Potensi Omzet Miliaran/hari

KTNA Depok Dorong Usaha Tani Mandiri Profesional Potensi Omzet Miliaran/hari   NERACA Depok - ‎Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota…

PTBA Garap Hilirisasi Batu Bara Gasifikasi - Ciptakan Nilai Jual Tinggi

NERACA Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menandatangani perjanjian (HoA) hilirisasi batu bara dengan PT Pertamina (Persero), PT Pupuk…

Produktivitas Tenaga Kerja Diklaim Meningkat

  NERACA   Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan produktivitas tenaga kerja nasional terus mengalami peningkatan dan pada…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII Dorong Pemda Manfaatkan Skema KPBU

  NERACA   Jakarta - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) mendorong agar Pemerintah Daerah (Pemda) memanfaatkan skema Kerjasama Pemerintah dan…

IIF Dapat Kucuran Rp1 triliun dari JICA - Untuk Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar ¥ 8.000.000.000 atau sekitar Rp…

Pasar Tekstil Tanah Abang Melesu

  NERACA   Jakarta - Penjualan tekstil di Pasar Tanah Abang masih lesu, sehingga beberapa pedagang pakaian jadi pun terpaksa…