Indofood Joint Venture dengan JC Comsa

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk menandatangani perjanjian joint venture dengan perusahaan Jepang, JC Comsa Corporation (“JC Comsa”). Hal ini sehubungan dengan rencana pendirian entitas patungan yang terutama bergerak di bidang produksi dan pengolahan berbagai jenis produk makanan berbahan dasar tepung terigu, layanan food services serta pengelolaan restaurant chain. “Porsi kepemilikan saham perseroan dan JC Comsa pada entitas patungan nantinya masing-masing sebesar 51% dan 49%.” kata Sekretaris Perusahaan, Elly Putranti di Jakarta, Senin (18/11)

Menurut dia, dengan pembentukan entitas patungan ini memungkinkan perseroan untuk memperluas kategori usaha dan bisnisnya sehingga dapat mepercepat pertumbuhan perseroan di samping memberikan nilai tambah serta mengoptimalkan kegiatan usaha. JC Comsa adalah perusahaan yang memiliki kegiatan usaha utama memproduksi dan mengolah berbagai jenis produk makanan, layanan food services serta pengelolaan restaurant chain. Penandatangan terkait kerja sama ini telah dilakukan perseroan 17 November 2013.

Diketahui, perusahaan patungan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd yang bergerak di bidang usaha minuman non-alkohol telah menyelesaikan akusisi atas seluruh saham PT Pepsi-Cola Indobeverages senilai US$ 30 juta. Disebutkan, akusisi dilakukan oleh perusahaan patungan perseroan, PT Asahi Indofood Beverage Makmur dan PT Indofood Asahi Sukses Beverage.

Keduanya mengakuisisi saham PT Pepsi-Cola Indobeverages (PCIB) masing-masing sebanyak 264,13 juta saham dan 15.000 lembar saham yang dibiayai dari kas internal. Selanjutnya, PT Pepsi Cola Indobeverages berubah nama menjadi PT Prima Cahaya Indobeverages. Perseroan bergerak di bidang produksi, pemasaran, dan distribusi secara ekslusif atas produk minuman non alkohol merek-merek PepsiCo.

Pihaknya menegaskan, transaksi ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana yang diatur dalam peraturan Bapepam-LK No.IX.E.2 mengenai transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama. Sementara itu hingga semester pertama 2013, perseroan mencatatkan penjualan neto konsolidasi semester satu tahun 2013 sebesar Rp12,51 triliun atau tumbuh 14,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,92 triliun. Kenaikan tersebut ditopang meningkatnya pertumbuhan volume penjualan di hampir seluruh divisi perseroan.

Peningkatan penjualan tersebut memberikan penjualan neto memberikan dampak positif terhadap laba bruto di mana laba bruto meningkat 16,6% menjadi Rp3,30 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba usaha naik 10,7% menjadi Rp1,64 triliun dari Rp1,48 triliun. Hal tersebut juga disebabkan naiknya beban promosi dan periklanan, beban gaji, upah dan imbalan kerja karyawan serta beban pengangkutan dan penanganan sehingga marjin laba usaha turun menjadi 13,1% dari 13,6%. Meski demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 10,3% menjadi Rp1,26 triliun dari Rp1,14 triliun.

Related posts