PTPP Bangun Kawasan Elite Timor Leste - Investasi Capai Rp1 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) memulai pembangunan gedung AGP Sequare di atas lahan seluas 15.000 meter persegi (m2) yang diklaim sebagai gedung tertinggi di Timor Leste. Untuk proyek ini, dana yang diinvestasikan perseroan lebih dari Rp1 triliun. “Dengan luas bangunan 56.000 m2 dan ketinggian 26 lantai menjadikan AGP Square sebagai gedung tertinggi di Timor Leste. Nilai proyek ini diperkirakan di atas Rp1 triliun.” kata Sekretaris Perusahaan PTPP Taufik Hidayat dalam keterangan resminya di Jakarta kemarin.

Menurut dia, perseroan telah melakukan pemancangan tiang perdana (groundbreaking) proyek pembangunan Gedung AGP Square di Dili, Timor Leste. Konsep yang ditawarkan dalam proyek ini nantinya yaitu sebagai kawasan elite di Dili yang akan dilengkapi dengan fasilitas mall, perkantoran, apartemen dan hotel. Dengan begitu keberadaan proyek ini dapat menjadi pilihan para pekerja asing dan warga Timor Leste yang selama ini pergi ke luar negeri untuk menghabiskan weekend.

Diketahui, selain proyek di Timor Leste, perusahaan konstruksi dan investasi ini juga mengerjakan beberapa proyek seperti proyek EPC PLTGU Tanjung Uncang dan PLTU Duri Riau, pelabuhan Kalibaru, Bandara Kuala Namu, Tol Semarang Bawen, jalan Donggi Senoro, dan proyek milik swasta. Tercatat, hingga Oktober 2013 perseroan mengantongi kontrak baru sebesar Rp13,93 triliun atau 70% dari target tahun ini yang mencapai Rp20 triliun. Disebutkan bahwa pada tahun depan, kontrak baru akan melonjak sebanyak 20% atau berkisar diantara Rp24 triliun hingga Rp25 triliun.

Sejumlah proyek besar yang akan digarap perseroan antara lain Pelabuhan Krakatau Bandar Samudra-Cilegon, Apartemen Nifaro, St Moritz, The Kencana, Jalan Tol Cikampek-Palimanan, dan Jalan Tol Gempol – Pandaan, Tunjungan Plaza V Surabaya. Termasuk proyek Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Rel kereta api di daerah Sumatera Selatan milik PT KAI, Infrastructure PLTU 300 MW Sarulla di Sumatera Utara, Apartemen Intermark Banten serta proyek EPC PLTGU 120 MW Tanjung Uncang, PLTG 160 MW Bangkanai dan CNG Muara Tawar.

Tidak heran, di tahun ini perseroan memproyeksikan laba bersihnya akan mencapai sebesar Rp407 miliar atau tumbuh sebanyak 31% dibandingkan laba perseroan di tahun 2012 lalu yang hanya sebesar Rp309 miliar. Kenaikan laba tersebut antara lain dipicu oleh meningkatnya pendapatan usaha perusahaan menjadi Rp12,3 triliun, yang berasal dari beberapa proyek besar seperti EPC PLTGU Tanjung Uncang, PLTU Duri Riau, PLTG Bangkanai 160 Mega Watt (Mw), CNG Muara Tawar, Pelabuhan Kalibaru, Bandara Kualanamu, Tol Cikampek Palimanan, serta proyek-proyek gedung seperti apartemen.

Sementara itu, untuk meningkatkan kinerjanya perseroan berminat melebarkan sayapnya dengan memasuki bisnis alat berat. Hal ini dilakukan perseroan melalui rencana mengakuisisi perusahaan alat berat lokal, PT Prima Jasa Aldo Dua (PJA) pada tahun depan. (lia)

Related posts