Bursa Asia Positif Jadi Angin Segar IHSG

NERACA

Jakarta – Positifnya laju bursa saham Asia sebagai imbas menghijaunya saham AS dan Eropa di akhir pekan kemarin menjadi angin segar bagi laju IHSG pada perdagangan Senin (18/11). Selain itu, adanya spekulasi Pemerintah China akan melakukan reformasi ekonomi untuk menopang pertumbuhan negaranya dan berita positif dari tetapnya rating BBB- peringkat utang Indonesia oleh Fitch Rating juga turut andil mendorong IHSG ke zona hijau.

Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada menjelaskan, pelaku pasar yang awalnya ragu terhadap kondisi pasar karena dikhawatirkan penguatan yang terjadi hanya, hinggal akhir sesi mulai berani masuk pasar dengan memanfaatkan positifnya kondisi bursa saham Asia tersebut, “Pelaku pasar kembali melakukan akumulasi beli terhadap saham-saham yang telah mengalami pelemahan sebelumnya”, katanya di Jakarta, Senin (18/11).

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4403,56 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4360,86 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4393,59 atau menguat 58,14 poin (1,34%). Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell sementara investor domestik mencatatkan nett buy. “Kondisi Rupiah kembali mengalami pelemahan dan sempat menahan laju IHSG namun, IHSG mampu bertahan di zona hijau”, ujarnya.

Dia menyebutkan, jelang rapat FOMC pekan ini, laju rupiah semakin terperosok ke zona pelemahan berbanding terbalik dengan kondisi bursa saham yang sedang menghijau.Tampaknya masih ada rasa kekhawatiran terhadap hasil pertemuan FOMC pekan ini sehingga pelaku pasar mencari aman dengan melepas Rupiah dan kembali melakukan akumulasi.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan sentimen positif dari dipertahankannya peringkat utang Indonesia di level BBB- oleh Fitch Rating serta laju AUD dan Rupee yang mulai menguat menanggapi sentimen positif dari berita reformasi keuangan ekonomi China dan spekulasi Janet Yellen akan tetap mempertahankan stimulus. Rupiah di atas target support Rp11575. Rp11672-11600 (kurs tengah BI).

Pada perdagangan Selasa (19/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4344-4384 dan resistance 4413-4427. Laju IHSG yang sempat melampaui target resisten bawah (4365-4408) dan dapat menutup perdagangan di kisaran tersebut memberikan gambaran masih adanya potensi kenaikan. “Akan tetapi, potensi tersebut tentunya harus didukung dengan sentimen yang ada sehingga dapat mempertahankan kenaikan lanjutan. Namun demikian, tetap mewaspada adanya potensi suddenly reversal”, katanya. (nurul)

Related posts