Bangun Kepercayaan Publik, Sido Muncul Lepas 10% Saham

NERACA

Jakarta – Hanya untuk membangun kepercayaan investor pasar modal, menjadi alasan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) melepas 10% sahamnya ke publick melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Padahal rencana awal IPO, perusahaan jamu yang dirintis sebagai usaha keluarga ini menargetkan dana hasil IPO sebesar Rp1 triliun sampai Rp1,5 triliun. Namun akhirnya merevisi target tersebut, menjadi sekitar Rp810 miliar hingga Rp990 miliar.

Kata Direktur Utama PT Kresna Graha Sekurindo Tbk Michael Steven, PT Sido Muncul tidak membutuhkan uang karena memang keuangannya sudah bagus dan hal tersebut bisa dilihat dari laporan keuangan perseroan, “Tujuan perseroan masuk ke dunia pasar modal dengan cara melakukan IPO hanya untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk Sido Muncul. Selain itu, Sido Muncul merupakan perusahaan keluarga sehingga diharapkan dengan IPO dapat lebih transparan dalam pengelolaan keuangan”, katanya di Jakarta, Senin (18/10).

Disebutkan, SIDO akan melepas saham ke publik sebanyak-banyak 1,5 miliar atau 10% dari modal di tempatkan dan disetor. Harga perdana saham Sido Muncul berkisar antara Rp540 sampai Rp660 per saham, dengan mencerminkan price earning ratio (PER) sekitar 18 kali hingga 22 kali. Nantinya, dana hasil IPO tersebut akan digunakan perseroan untuk modal kerja 56%, kegiatan operasi dan ekspansi investasi 42%, sisanya 2% untuk pengembangan sistem teknologi informasi dan komputerisasi.

Presiden Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat menyebutkan, SIDO akan memperluas pabrik untuk memproduksi jamu Tolak Angin dan pembelian mesin, dengan nilai investasi sekitar Rp340,2 miliar hingga Rp415,8 miliar.“Kita akan membeli 10 hektar tanah untuk perluasan pabrik Tolak Angin. Pembeliannya bertahap mulai tahun depan, diharapkan selesai 2016. Tetapi beberapa mesin yang sudah order diharapkan tahun depan sudah beroperasi”, katanya.

Perluas Pabrik

Sementara, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Revi Firmansjah menambahkan, perluasan pabrik Tolak Angin akan meningkatkan kapasitas produk hingga dua kali lipat, yang saat ini grup Tolak Angin kapasitasnya 780 juta sachet per tahun. Dalam prospektus perseroan dijelaskan bahwa pengembangan investasi perseroan terus dilakukan mengingat sejauh ini sejumlah produk perseroan telah menjadi pemimpin pasar, seperti merek Tolak Angin dan Kuku Bima masing-masing menguasai pasar sekitar 75% dan 60%.

Hingga Juli 2013 perseroan memproduksi lima kategori produk utama, yakni Jamu Herbal (Tolak Angin) dengan volume produksi 441,7 juta unit, Minuman Energi (Kuku Bima) 1,2 miliar unit, Permen dan Minuman 262,3 juta unit, Minuman Kesehatan (Alang Sari, Kunyit Asam, Beras Kencur, dan Jahe Wangi) sebanyak 37,4 juta unit, dan Produk lain-lain sebanyak 1,4 juta unit.

Sementara kontribusi masing-masing pendapatan produk ke penjualan, Jamu Herbal 40,81%, Minuman energi 43,28%, Permen dan Minuman 13,10%, Minuman Kesehatan 1,98%, dan produk lain-lain dengan kontribusi penjualan 0,83%. Total penjualan hingga Juli 2013 tercatat sebesar Rp 1,39 triliun, naik tipis 3,6% dari pencapaian Juli 2013 yang sebesar 1,34 triliun.

Sementara laba komprehensif hingga Juli 2013 mencapai Rp207,9 miliar, naik 8,9% dari posisi yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp190,9 miliar.“Hingga November 2013 kinerja kita on the track, positif. Jadi, semoga saja dengan IPO ini dapat menambah positif kinerja kami,”ujar Revi

Periode book building dilakukan mulai Senin 18-29 November 2013, dilanjutkan penetapan harga pada 29 November 2013. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keungan (OJK) diharapkan dapat diperoleh Perseroan pada 5 Desember 2013, sehingga masa penawaran umum dijadwalkan dapat dilakukan pada 9-12 Desember 2013. Kemudian dilanjutkan distribusi saham pada 17 Desember 2013 dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia pada 18 Desember 2013. Adapun PT Kresna Graha Sekurindo Tbk dan PT Mandiri Sekuritas telah ditunjuk sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek untuk membantu proses IPO ini. (nurul)

Related posts