Perluas Kredit, BTN Sasar BUMN Berkaryawan Banyak

NERACA

Jakarta - Untuk memperluas jaringan kredit kepemilikan rumah (KPR) hingga korporasi PT Bank Tabungan Negara (BTN) akan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki banyak karyawan.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, perseroan harus bertransformasi dengan melakukan pengembangan inovasi pada bisnisnya. “Antara lain mencari engine-engine bisnis baru, dengan cari market yang selama ini market individu, mungkin tahun depan kita cari korporasi, misal ke perusahaan BUMN, ke pabrik-pabrik yang punya karyawan-karyawan banyak," ujar Maryono di Jakarta, Senin (18/11)

Maryono juga menjelaskan, pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah daera, yang memiliki rencana untuk membangun perumahan bagi para pegawainya. “Selain itu, kami juga tidak hanya khusus membiaya KPR, tapi servis consumer bankingnya, kita juga bisa melakukan pengelolaan resiko dan efisiensi,” jelas dia.

Sebelumnya, pertumbuhan kredit BTN pada kuartal III tahun 2013 ini, tercatat sebesar Rp96,539 triliun, ini meningkat sebesar 26% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp76,566 triliun.

Maryono mengatakan, perseroan memproyeksikan pertumbuhan kredit pada kisaran 20% hingga 25% sampai akhir tahun 2013 ini. Selain itu, dia juga mengatakan, kinerja ini merupakan hal yang baik. “Kinerja ini masih sesuai dengan konsistensi BTN pada core business dalam pembiayaan industri perumahan,” kata Maryono

Lebih lanjut, Maryono menjelaskan, porsi pembiayaan pada kredit perumahan, mesih didominasi share 86,12% dari total kredit yang disalurkan selama triwulan III-2013 yang sebesar Rp83,138 triliun. Menurut dia, sisanya sebesar 13,88% atau sekitar Rp13,401 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan.

Realisasi penyaluran kredit BTN hingga kuartal III 2013 mencapai Rp 92 triliun. Itu tumbuh 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari total kredit sebesar itu, 85 persen disalurkan untuk sektor perumahan dalam bentuk KPR. Sedangkan 15 persen disalurkan pada sektor komersial.

Kemudian, dari total kredit KPR, sebesar 46 persen disalurkan pada segmen menengah ke bawah. Sisanya sebesar 56 persen disalurkan pada kelas menengah ke atas.

Triwulan III tahun ini, laba bersih BTN sebesar Rp1,057 triliun meningkat tipis dibanding tahun lalu sebesar Rp1,021 triliun. Untuk perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp88,537 triliun. Pertumbuhan kredit perseroan berada di atas rata-rata pertumbuhan kredit nasional sebesar 22%

Sedangkan, untuk perolehan aset sebesar Rp123,319 triliun atau tumbuh 24,87% dari posisi yang sama pada 2012 yang sebesar Rp98,756 triliun

Sementara itu, untuk mengurangi Non Performing Loan (NPL), Maryono mengaku telah menyiapkan berbagai cara untuk hal ini. Yakni program peningkatan penagihan kredit, meningkatkan investasi dan melakukan penjualan aset.“Dengan ini diharapkan NPL diharapkan bisa diangka 3,2%. Diharapkan laba bisa Rp1,6 triliun hingga Rp1,7 triliun pada akhir tahun 2013,” imbuh dia. [sylke]

Related posts