Aksi Beli Berlanjut, IHSG Masih Dizona Hijau

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat menguat 58,144 poin (1,34%) ke level 4.393,592. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 14,647 poin (2,03%) ke level 736,721. Kepala Riset KDB Daewoo Securities, Betrand Reynaldi mengatakan, secara teknikal, penguatan indeks BEI pada awal pekan ini menandakan potensi perdagangan selanjutnya dapat kembali menguat, “Dalam pekan ini ada potensi 'reversal', untuk perdagangan Selasa, kami perkirakan indeks BEI akan cenderung naik di kisaran 4.191--4.498 poin," kata dia di Jakarta, Senin (18/11).

Dia menambahkan, pelaku pasar asing yang tercatat melakukan beli bersih di pasar reguler sebesar Rp320 miliar menambah dukungan bagi indeks BEI. Beberapa saham yang layak dikoleksi untuk perdagangan Selasa, diantaranya Harum Energy (HRUM), Media Nusantara Citra (MNCN), Salim Ivomas Pratama (SIMP).

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, kembali menguatnya IHSG akibat efek dari bursa regional. Namun, perlu diwaspadai bahwa tidak diikuti dengan positifnya mata uang rupiah dapat menjadi patokan bawah pelaku pasar masih harus tetap waspada.

Dirinya merekomendasikan, beberapa saham untuk perdagangan Selasa, (19/11) diantaranya Adro Energy (ADRO), Tower Bersama Infrastruktur (TBIG), PT Timah (TINS), dan Salim Ivomas Pratama (SIMP). Pada perdagangan kemarin, investor berburu saham murah setelah dapat sentimen positif dari bursa Asia. Setelah indeks naik tinggi, investor asing manfaatkan hal itu dengan melepas saham-saham konstruksi di harga yang tinggi.

Perdagangan sendiri berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 129.577 kali pada volume 3,335 miliar lembar saham senilai Rp 3,883 triliun. Sebanyak 141 saham naik, sisanya 99 saham turun, dan 93 saham stagnan. Mayoritas bursa-bursa regional berhasil ditutup di jalur hijau dipimpin bursa China dan Hong Kong yang melonjak hingga lebih dari dua persen. Sayangnya bursa Singapura harus terjatuh ke zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 66.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 850 ke Rp 19.650, Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 29.500, dan Nipress (NIPS) naik Rp 500 ke Rp 8.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.200 ke Rp 31.200, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 400 ke Rp 6.800, Matahari (LPPF) turun Rp 350 ke Rp 11.150, dan Selamat Sempurna (SMSM) turun Rp 150 ke Rp 3.200.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 61,481 poin (1,42%) ke level 4.396,929. Sementara Indeks LQ45 menguat 13,240 poin (1,83%) ke level 735,314. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa kompak menguat, dipimpin oleh sektor aneka industri yang melonjak hingga lebih dari tiga persen. Investor mulai berburu saham murah setelah dapat sentimen positif dari bursa Asia.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 75.207 kali pada volume 1,858 miliar lembar saham senilai Rp 2,025 triliun. Sebanyak 170 saham naik, sisanya 51 saham turun, dan 78 saham stagnan. Bursa-bursa regional mempertahankan momentum penguatan sehingga masih kompak menguat hingga sesi pertama.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 800 ke Rp 8.800, United Tractor (UNTR) naik Rp 750 ke Rp 19.550, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 450 ke Rp 12.150, dan Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 29.900. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.050 ke Rp 31.350, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 200 ke Rp 5.300, Matahari (LPPF) turun Rp 150 ke Rp 11.350, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 150 ke Rp 7.550.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 25,77 poin atau 0,59% menjadi 4.361,22, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 6,58 poin (0,91%) ke level 728,66. Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, positifnya bursa saham Asia menjadi salah satu pendorong bagi pelaku pasar saham di dalam negeri melakukan akumulasi beli sehingga indeks BEI ikut menguat, “Mayoritas bursa saham Asia berada di area positif pasca pernyataan Wakil Gubernur the Fed Janet Yellen yang akan tetap melanjutkan stimulus keuangannya menyusul kondisi ekonomi AS yang masih rapuh," kata dia.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Benedictus Agung memprediksi, nilai tukar rupiah yang masih cenderung tertekan akan kembali menjadi sentimen negatif bagi pasar dan membatasi potensi penguatan bagi IHSG BEI, “Dengan kondisi itu, sektor perbankan, konsumer, properti, semen, dan konstruksi diperkirakan masih akan mengalami tekanan koreksi," kata dia.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 441,43 poin (1,92%) ke level 23.473,58, indeks Nikkei-225 naik 41,05 poin (0,27%) ke level 15.208,93, dan Straits Times menguat 11,87 poin (0,37%) ke posisi 3.212,05. (bani)

Related posts