Febriyanto - President Director PT Pos Logistik Indonesia - Meraih Keberhasilan Dengan Kebulatan Tekad

Kebulatan tekad mengarungi hidup telah berbuah manis. Beranjak dari kesederhanaan hidup namun bergelimang prestasi sekolah mengantarnya menuju pucuk pimpinan. Dialah Febriyanto, “Si anak Medan,” Dirut PT Logistik Indonesia.

NERACA

Orison Swett Marden (1850-1924), motivator asal New Hampshire, Amerika Serikat pernah berujar, “Keberhasilan adalah hasil dari kebulatan tekad untuk tetap berjuang mengatasi aral rintangan.” Begitupun dengan kebulatan tekad Febriyanto dalam berjuang dan meraih sukses.

Semangat membangun perusahaan berselimut kebulatan tekad bersama 300 awak bahtera Pos Logistik Indonesia memang terbukti mampu ia wujudkan. Prestasi inilah yang mengantar sang nahkoda, Febriyanto pantas menyandang gelar, “The Best CEO on Survival Management,” pada Anugerah Business Review (ABR) Award tahun 2013, September lalu.

Pria asal Kota Medan Sumatera Utara ini menuturkan, bila pencapaian yang diperoleh dengan menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kepuasan bagi para pelanggan merupakan keberhasilan segenap karyawan Pos Logistik, “Saya mengucapkan banyak terima kasih,” ucapnya dengan rasa bangga.

Anto, akrab ia disapa, memang menerapkan beberapa langkah strategis guna mendongkrak kemajuan perusahaan. Pertama; Fokus dan Konsisten dalam memberikan solusi value chain kepada pelanggan, melalui pelayanan yang better, faster, dan cheaper.

Pelayanan inilah yang menjadikan Pos Logistik tampil lebih unggul dan memiliki kemampuan berkompetisi, “Kami senantiasa terus melakukan peningkatan kinerja excellent di semua aspek, baik operation, marketing, technology, dan human capital,” ungkap dia.

Kedua, adalah membangun kompetensi dan integritas secara optimal pada sumber daya manusia (SDM). Sebagai penentu kualitas layanan, ujar Anto, SDM memegang peranan yang sangat penting dalam membangun Pos Logistik, “Kemampuan SDM yang excellent sekaligus mampu memperkokoh sustainibility perusahaan,” ungkapnya meyakini, termasuk membangun budaya perusahaan.

Sejak dipercaya menahkodai Pos Logistik, Februari 2012 lalu, dia pun mengubah paradigma melalui budaya perusahaan. “Dengan kebulatan tekad untuk maju dan berkembang bersama di setiap diri insan Pos Logistik, saya yakin keberhasilan mampu kita raih,” ungkap Anto berharap.

Dari Medan Ke Jakarta

Sosok Febriyanto memang dibesarkan di lingkungan PT Pos Indonesia (Persero), meski diakui ia sempat merasa tertekan karena harus memutuskan perkuliahan di tahun kedua di Universitas Sumatera Utara (USU), lalu hijrah ke Bandung untuk melanjutkan Akademi/Pendidikan Tinggi Pos (Diktipos) yang dirampungkannya di tahun 1989.

“Keputusan itu semata-mata karena ekonomi keluarga yang belum mampu mendukung proses perkuliahan di USU,” ungkap Anto mengenang. Pria sulung dari empat bersaudara ini, memang memikul tanggung jawab besar dalam membantu perekonomian keluarga.

Sang Bunda hanya seorang guru sekolah dasar, sedangkan ayahanda bekerja sebagai polisi di Medan, “Dia sosok yang sangat jujur,” ujar Anto dengan mata berkaca-kaca, mengenang sosok almarhum ayahanda tercinta yang berpangkat terakhir kapten itu dengan bangga.

Perasaan tertekan saat hijrah ke Bandung, sesungguhnya bukan berpangkal dari realitas ekonomi keluarga, namun datang dari masyarakat Kota Medan. Pada medio tahun 70’ hingga 80-an, kiprah pria kelahiran 11 Februari 1966 ini memang terbilang luar biasa. Sosok Febriyanto muda kerap menjadi buah bibir masyarakat Kota Medan karena prestasi sekolah nan cemerlang.

Saat duduk dibangku sekolah dasar misalnya, ia pernah terpilih sebagai murid teladan se-Kota Madya Medan. Lalu saat menginjak SMP, gelar juara umum dengan nilai tertinggi se-Kota Medan kembali disandangnya.

Ketika di bangku SMA, kecerdasan pria yang ditempa dengan semangat belajar dan hidup sederhana ini kian melambung dengan sederet prestasi sekolah.

Disambangi banyak pejabat tinggi Kota Medan pun tak lagi terkesan luar biasa. Hingga akhirnya, satu bangku di Fakultas Teknik Jurusan Elektro USU melalui jalur PMDK siap menyambut Si anak Medan,” yang membanggakan.

“Waktu pindah ke Pendidikan Tinggi Pos, memang sebuah pilihan yang sangat sulit. Saya merasa terpaksa dan tidak memiliki pilihan lainnya,” ujarnya mengenang keputusan yang saat itu ia ambil. Bahkan saat mendaftar Pendidikan Tinggi Pos, ia sengaja tidak memberitahu kedua orang tuanya.

“Saya kuatir mereka (orang tua) kecewa, bila saya keluar dari USU,” ujar Anto. Hal ini dilakukan dengan alasan Pendidikan Tinggi Pos akan menjamin siswanya dengan pelbagai fasilitas dalam ikatan dinas, “Pendi-dikan saya lebih terjamin,” ungkapnya mengurai alasan. Ia lulus bersama 90 orang lainnya di tahun 1986, setelah berhasil menyisihkan 24.000 siswa lainnya dari seluruh Indonesia.

Waktu pengumuman kelulusan, cerita Anto, kawan-kawan menangis karena gembira, “Tapi saya menangis karena sedih tidak menjadi mahasiswa USU lagi,” ucap peraih gelar siswa dengan nilai terbaik lulusan Pendidikan Tinggi Pos Angkatan 1989 ini tersenyum mengingat. Ia pun seketika meyakini bila langkah perjalanan karirnya tidak terlepas dari tangan misterius yang Maha Kuasa.

“Saya ingat saat wisuda Dikti Pos pada 1 November 1989, Ayah (saat itu) juga menerima Surat Keputusan (SK) Pensiun dari Kepolisian RI pada tanggal 1 November 1989,” ujar Anto memetik hikmah dari romantika perjalanan hidupnya, “Tuhan memang bekerja secara misterius bagi umatNYA,” ungkapnya yang mulai bekerja sebagai tulang punggung keluarga tercintanya di Medan.

Karir dan Sekolah

Usai merampungkan pendidikan Dikti Pos dengan predikat Terbaik, Anto mulai berkiprah sebagai penye-lia di PT Pos Indonesia tahun 1989, dan pada tahun 1994 ia dipercaya menjadi Wakil Kepala Kantor Pos Banda Aceh, dilanjutkan sebagai Manager Sumber Daya Manusia Kantor Divisi Regional IV Jakarta, lalu Vice President Pengembangan SDM, Kepala Pusat Perencanaan dan Transformasi Perusahaan, Senior Vice President SDM, serta Dewan Pengawas Dana Pensiun Pos dari tahun 2008 hingga 2011. Pernah pula ia menjabat sebagai Kepala Strategic Business Unit (SBU) Pos Logistik dibawah PT Pos Indonesia (Persero), hingga akhirnya mendapat amanah sebagai Direktur Utama PT Pos Logistik Indonesia sejak Februari 2012 hingga sekarang.

Keberhasilan Anto meraih pucuk pimpinan bukan tanpa perjuangan. Dari ijazah D3 DiktiPos, ia mengikuti program penyetaran pendidikan setelah meraih ijazah Strata 1 (S1) Ekonomi Manajemen dari Universitas Terbuka, Bandung tahun 1994. Dan meraih Master of Commerce, Manajemen SDM dari University of Wollongong, Australia tahun 1998. Seiring aktifitasnya yang padat, Anto kembali berhasil menyemat ijazah Strata 2 (S2) bidang Total Quality Management dari dari University of Wollongong, Australia tahun 2000.

Bahkan Anto tengah menempuh pendidikan untuk meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis (S3) pada Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung. “Hingga saat ini, saya masih saja sekolah,” ujarnya tertawa.

Hingga kini, pria dengan tiga orang putra, buah pernikahannya dengan perempuan cantik berdarah Minang, Indah Sari Dewi, merasa seakan sedang berlomba dengan putra sulungnya. Maklum si sulung juga berkuliah di Unpad, Bandung Jurusan Hukum dan sudah semester VII. “Dengan anak tertua, saya memang sedang berpacu siapa yang lebih dulu lulus,” ujarnya tertawa.

Semangat belajar yang ditunjukkan Anto hingga kini, nyatanya membawa dampak yang sangat positif pada buah hatinya, “Kalau hingga kini Ayahnya masih giat belajar menuntut ilmu, anak-anak pun punya semangat serupa untuk mencontoh,” ujar Anto yang tetap mengajarkan buah hatinya dengan hidup sederhana dan menjunjung sikap jujur.

“Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil,” ujarnya memberi pesan.

Mendorong Kinerja Terbaik

Tingginya biaya logistik di Indonesia, tidak menyurutkan PT Pos Logistik Indonesia untuk bermain dibisnis lucrative dan attractive ini. PT Pos Logistik Indonesia sebagai salah satu perusahaan penyedia jasa logistik yang memberikan solusi kebutuhan jasa logistik perusahaan dan masyarakat terhadap distribusi barang.

Namun Anto tegus berprinsip bila bisnis logistik akan terus tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan industri dan pertumbuhan ekonomi bangsa dan dunia, “Ini penilaian yang juga diyakini banyak kompetitor dibidang logistik,” ungkap sang nahkoda Pos Logistik Indonesia ini.

Di awal operasional Pos Logistik tahun 2012 lalu, kiprah Pos Logistik langsung menorehkan prestasi dengan mencetak angka laba. Padahal, jika dilihat dari business plan, laba baru akan diraih Pos Logistik pada tahun ketiga, “Semua hasil kerja keras dan semangat untuk berjuang dalam visi yang sama,” ungkap sosok yang tidak mentoleransi bila ada agenda tersembunyi dari awak yang dinahkodainya, yang akan menghambat laju bahtera menuju terwujudnya harapan visi dan misi perusahaan.

Ia pun merasa sangat terbantu dan bersyukur atas dukungan yang diberikan PT Pos Indonesia sebagai induk perusahaannya, sehingga memungkinkan Pos Logistik mampu mengembangkan layanan dan memperluas jaringan sesuai dengan jaringan dan infrastruktur yang dimiliki Pos Indonesia yang tersebar dan menjangkau di seluruh Nusantara maupun internasional.

“Saya menginginkan Pos Logistik menjadi perusahaan penyedia jasa layanan logistik terintegrasi, terluas dan terbaik di Indonesia, dengan bekerja cerdas dan keras agar dapat memberikan solusi logistik dan pengembangan perusahaan logistik yang mampu memberikan efisiensi logistik dengan kualitas layanan terbaik,” terang Anto membulatkan tekad.

Related posts