Dampak Penyakit Tidak Menular - Beban Ekonomi Terus Meningkat

Indonesia saat ini dihadapkan pada masalah beban ganda penyakit, penyakit infeksi belumlah tuntas, kita sudah harus berhadapan dengan kondisi meningkatnya penyakit tidak menular dengan segala komplikasi dan beban ekonomi yang ditimbulkannya.

NERACA

Data menunjukkan bahwa kematian yang disebabkan oleh penyakit menular menurun dari 44,2% ditahun 1995 menjadi 28,15 ditahun 2007 dan menjadi nomor 2 penyebab kematian, sedangkan kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular meningkat dari 41,7% di tahun 1995 menjadi 59,5% di tahun 2007 dan ini menjadikan penyebab pertama kematian oleh penyakit tidak menular.

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, Prevalensi diabetes melitus (DM) tahun 2013 pada daerah urban sebesar 6,8% dan rural 7%, dimana penyandang DM laki-laki sebesar 5,6% dan perempuan 7,7%. Prevalensi DM berdasarkan gejala dan diagnosis sebesar 2,1% sementara riskesdas tahun 2007 sebesar 1,1%. Prevalensi GDP (Gula Darah Puasa) sebesar 36,6% dan Prevalensi TGT (Toleransi Gula Terganggu) sebesar 29,6%

Diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular yang turut memberi andil dalam penyebab kematian akibat penyakit tidak menular. Data Federasi Internasional Diabetes memperkirakan bahwa 7,6 juta orang Indonesia berumur antara 20 samapi 79 tahun menderita diabetes.

“Hal ini menyebabkan Indonesia menduduki tempat ke-enam sebagai negara dengan penyandang diabetes di dunia, dan ini diperkirakan 4,8% dari total penduduk di Indonesia. Diabetes bila tidak ditangani secara serius diperkirakan akan menyebabkan terjadi ledakan penyandang diabetes menjadi 21,3 juta orang ditahun 2030,” tutur Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PPTM), Dr. Ekowati Rahajeng, SKM, Mepid, dalam Press Conference AFES 2013 di Jakarta.

Menurutnya, diabetes merupakan penyakit tidak menular yang mestinya dapat dikendalikan. Pemerintah Indonesia sangat peduli dalam pengendalian diabetes melalui tiga strategi yaitu peningkatan sistem dan akses kesehatan, meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, termasuk dengan profesi, organisasi kemasyarakatan, swasta, serta penguatan sistem surveilans penyakit tidak menular.

Diabetes merupakan penyakit yang dapat terjadi tanpa seseorang menunjukan gejala yang bermakna, sehingga sering tidak cepat terdiagnosis. Diketahui bahwa peningkatan kadar gula darah yang tinggi dapat merusak organ vital. Komplikasi seperti penyakit cardiovaskuler, neuropathy atau gangguan syaraf, retinopathy atau gangguan penglihatan, serta gangguan ginjal.

Komplikasi yang ditimbulkan dapat menjadi fatal. Perubahan gaya hidup dan peningkatan status ekonomi dikatakan dapat meningkatkan risiko diabetes, seperti, diet tidak sehat, konsumsi gula, lemak dan garam tinggi, jarang berolah raga atau malas bergerak serta aktifitas fisik yang kurang, semuanya dapat menyebabkan risiko kegemukan yang menjadi pintu masuk diabetes. Gaya hidup sehat sangat efektif dan murah untuk mengendalikan risiko diabetes serta mengurangi risiko komplikasi yang ditimbulkan oleh diabetes.

Di Indonesia, pengendalian faktor risiko merupakan prioritas yang dilakukan untuk menekan peningkatan penyakit tidak menular, termasuk diabetes. Hal ini akan lebih efektif bila deteksi dini dapat dialkukan sebelum berkembang menjadi penyakit. Hal penting lainnya adalah meningkatkan kepedulian masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular termasuk diabetes.

Pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian penyakit tidak menular dilakukan melalui kegiatan POSBINDU PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular).

Kegiatan POSBINDU PTM adalah deteksi dini faktor risiko PTM termasuk diabetes, melaui wawancara, pengukuran BMI, lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan lipid darah, pemeriksaan gula darah dilanjutkan dengan melakukan konseling terhadap masalah yang ditemukan, seperti bagaimana menjaga berat badan ideal, bagaimana melakukan aktifitas fisik yang memadai, pengaturan makan yang sehat dan mengendalikan stres. Pesan singkat yang dapat disampaikan adalah meningkatkan konsumsi buah dan sayur setiap hari, kurangi makanan tinggi gula dan lemak serta stop merokok.

Jejaring merupakan salah satu strategi dalam pengendalian PTM termasuk diabetes, baik lintas program maupun lintas sektor. Kerja sama baik dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, organisasi swasta, universitas, tokoh masyarakat, juga organisasi kemayarakatan seperti PERSADIA, Perhimpunan Diabetes Remaja dan Anak, Himpunan Studi Obesitas Indonesia.

Penyediaan Obat Diabetes

Tersedianya obat diabetes yang dalam Formularium Nasional merupakan dukungan pemerintah dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional yang akan segera di berlakukan di tahun 2014 nanti. Program ini akan menjamin semua penyandang diabetes dapat dijamin mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, sesuai dengan tingkatan pelayanan dan standar kompetensi.

Pengendalian diabetes melalui faktor risiko diet, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 30 tahun 2013 mengenai regulasi gulam garam dan lemak, serta pencantuman informasi kandungannya di setiap makanan olahan dan siap saji. Regulasi pengendalian konsumsi rokok, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah nomor 109 tahun 2013.

Jaminan kesehatan Nasional yang akan segera diberlakukan merupakan komitmen Pemerintah untuk menjamin seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dan komprehansif, termasuk pengendalian diabetes, mulai di tingkat pelayanan primer sampai tersier.

Related posts