Penghasilan Bakrieland Tumbuh Jadi Rp 2,6 Triliun

NERACA

Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) berhasil menaikan penghasilan usahanya menjadi Rp2,6 triliun pada kuartal ketiga 2013 dari periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp1,2 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Meskipun berhasil menaikan penghasilan usahanya, namun berdasarkan laporan keuangannnya diketahui kenaikan drastis juga terjadi pada beban pokok penghasilan menjadi Rp1,07 triliun dari Rp629,3 miliar. Sehingga laba kotor menjadi Rp1,6 triliun dari Rp628,1 miliar.

Sementara laba sebelum pajak menjadi Rp971,8 miliar dari 57,4 miliar. Dengan pajak penghasilan sebesar 218,4 miliar maka laba bersih berserian menjadi Rp753,4 miliar dari rugi bersih Rp218,2 miliar. Perseroan juga membukukan total aset turun menjadi Rp14,1 triliun dari Rp15,2 triliun per 31 Desember 2013. Sedangkan liabilitas perseroan menjadi Rp5,8 triliun dari Rp6,07 triliun.

Sementara itu, pada periode yang sama, perseroan mencatatkan penjualan pemasaran atau marketing sales mengalami penurunan sekitar 10,9% menjadi Rp980 miliar dari periode yang sama tahun lalu mencapai Rp1,1 triliun.

Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk Ambono Januarinto menyebutkan hampir seluruh pencapaian marketing sales perseroan per September 2013 dikontribusi dari kawansan Epicentrum, Kuningan, Jakarta, “Epicentrum tetap penyumbang terbesar, bisa mencapai 80% dari total pencapaian marketing sales kami. Sedangkan, sisanya berasal dari yang lainnya”, ujarnya.

Sementara hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan marketing sales dapat mencapai Rp1,3 triliun. Dia menyatakan bahwa perseroan optimis target yang dicanangkan adakan dapat tercapai, meskipun ada aturan Bank Indonesia (BI) terkait mengetatan uang muka untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya.“Kami tetap mendukung peraturan BI. Namun kami akan lebih berhati-hati saja dalam memasarkan properti. Karena, untuk properti yang harganya tinggi agak sedikit sulit pasarnya. Namun, kami akan tetap optimistis target yang sudah kami patok untuk tahun ini bakalan tercapai”, ungkapnya.

Selain itu, saat ini perusahaan properti grup Bakrie ini tengah berupaya untuk menyelesaikan utang equity-linked bonds (ELB) senilai US$151 juta melalui restrukturisasi. Skema yang ditawarkan perseroan terkait restrukturasi utang yaitu meminta perpanjangan masa jatuh tempo yang sebelumnya Maret 2015 menjadi Maret 2016.“Restrukturisasi yang dimaksud adalah memperpanjang waktu jatuh tempo menjadi tiga tahun sejak tanggal restrukturisasi. Kami berharap penandatanganan restrukturisasi dapat dilaksanakan pada kuartal pertama 2014 mendatang”, katanya.

Rencananya, pembayaran utang perseroan tersebut akan dilakukan secara bertahap yakni menggunakan skema pembayaran 60 hari pertama sebesar US$30 juta dan seterusnya. Untuk yang senilai US$30 juta, perseroan akan membayar cash. (nurul)

Related posts