Pohon yang Ditanam di Jalan Rusak, Berbuah

NERACA

Sukabumi - Banyak cara orang untuk mengekspresikan kekecewaan dan kemarahannya. Salah satu bentuk ekspresi yang cukup menarik digambarakn oleh sejumlah warga Desa Cipurut Kecamatan Cirenghas, Kabupaten Sukabumi. Untuk mengekspresikan kekesalan mereka terhadap kondisi jalan di daerahnya yang tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Daerah Kab. Sukabumi, maka mereka menanam sebatang pohon pisang di badan jalan yang rusak itu.

“Ketika kami menanam pohon pisang di jalan itu, setahun lalu, tinggi pohonnya sebatas pinggang orang dewasa. Tapi kini, seiring jalan yang juga belum diperbaiki, justru pohon pisang itu sudah berbuah. Bukan jalan itu yang jadi baik, eh … malah pohon pisangnya yang berbuah,”papar Sanusi , warga yang mengaku ikut menanam pohon pisang tersebut, diakhiri dengan tawa kecut.

Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Sukaraja hingga Kecamatan Geger bitung tersebut, menurut masyarakat di sekitar jalan tadi, sudah rusak sejak setahun lalu. Hingga kini, jalur jalan sepanjang kira-kira 15 kilometer itu belum juga tersentuh perbaikan. Padahal jalan milik kabupaten Sukabumi tersebut, merupakan jalur ekonomi yang cukup vital.

“Kami tidak tahu kenapa jalan ini belum juga diperbaiki. Yang jelas, selain pisang yang kami tanam di sana sudah berbuah, juga ada tanaman padi yang sudah kami panen yang dulu ditanam di tengah jalan ini. Lihatlah sendiri, pak. Jalan masih tetap rusak. Kalau hujan lebih seru lagi, kerbau pun bisa mandi di sini,” ungkap warga lainnya yang ditemui Neraca, akhir pecan kemarin, diiringi gelak tawa warga lainnya.

Sejumlah warga lainnya mengaku, menanam pohon pisang di tengah jalan itu bukan hanya sekedar melampiaskan kekesalan mereka semata kepada pemerintah setempat, tapi juga hal itu sebagai tanda bagi para pengguna jalan agar hati-hati saat mengendarai kendaraannya. JIka lewat jalur jalan itu, banyak lubang yang cukup besar dan membahayakan bagi keselamatan para pengendara. Sudah banyak kendaraan terporosok di lubang jalan itu.

Selain warga sepanjang jalan itu yang menyatakan kekesalannya juga sejumlah pengemudi dan pemmilik angkutan umum yang memilih jalur jalan itu selama ini, mengaku kecewa dan kesal juga. “Wah bukan kesal lagi, pak. Capek deh. Bayangkan, selama setahun ini kami terpaksa mengangkut hasil bumi milik warga dengan taruhan mobil kami cepat rusak,” ujar Deden supir angkutan umum.

Dari pemantauan Neraca, kerusakan jalan yang menghubungkan Kecamatan Sukaraja – Cirenghas dan Gegerbitung itu semakin diperparah lagi dengan tidak berfungsinya drainase di pinggir badan jalan. Pada musim hujan, kucuran air dari tebing di sisi jalan langsung tumpah dan menggenangi badan jalan.

BERITA TERKAIT

Penerangan Jalan yang tidak Berfungsi

Lampu PJU dipertigaan antara Jalan Jombang ( jalan Amir Machmud), Jalan Sumatra (Pintu Utara VBI) dan Jalan Sawil, Tangerang, dimatikan…

Belanja APBN 2018 yang Kredibel

Oleh: Joko Tri Haryanto, Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu *) Merujuk data pemerintah, hingga 30 Juni 2017 realisasi belanja APBN mencapai…

KPPU Hadirkan Saksi Yang Menurunkan Status Toko - Dugaan Monopoli Aqua

Dari sidang lanjutan atas dugaan pelanggaran pasal 15 ayat 3 huruf b dan pasal 19 huruf a dan b Undang…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Anggota DPRD Komisi X Berikan Mosam Ke Sukabumi

Anggota DPRD Komisi X Berikan Mosam Ke Sukabumi NERACA Sukabumi - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi X dari…

Anggota DPRD Komisi X Berikan Mosam Ke Sukabumi

Anggota DPRD Komisi X Berikan Mosam Ke Sukabumi NERACA Sukabumi - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi X dari…

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengungkapkan…