Ajak Pengguna Internet dan Selular Bantu Korban Haiyan - Galang Dana

NERACA

Kabar tentang penderitaan korban pasca Topan Haiyan di Filipina menyebabkan banyak pihak merasa miris dan tergerak untuk membantu. Banyak organisasi yang mencoba untuk membantu melalui penggunaan internet dan perangkat mobile, sementara kelompok lain mengumpulkan sumbangan dalam bentuk riil.

Dari sekian banyak pihak yang ikut mengulurkan tangan, Grup AirAsia adalah salah satunya. Maskapai penerbangan ini mengumpulkan dana dengan mengajak publik untuk turut berkontribusi memberikan sumbangan melalui microsite Yayasan AirAsia www.airasiafoundation.com/typhoonhaiyan.

Proses penggalangan dana ini akan berlangsung hingga 31 Desember 2013. Dana yang terkumpul dari kegiatan penggalangan di dalam pesawat, bandara, dan microsite akan disalurkan melalui Palang Merah Filipina untuk usaha penanggulangan bencana alam yang sedang dilakukan di negara itu.

CEO Grup AirAsia, Tony Fernandes mengatakan, Grup AirAsia berharap dapat mengumpulkan dana sebanyak mungkin dengan menyamakan total jumlah penggalangan dana sehingga dapat segera mengirimkan bantuan yang dibutuhkan dan membangun kembali komunitas di sana. Sehingga dengan dukungan komunitas di ASEAN, pihaknya dapat terus membantu dan mendampingi warga Filipina melalui masa-masa sulit.

"Kami turut berduka cita atas yang terjadi di Filipina. Staf kami di negara tersebut dan keluarga mereka turut merasakan dampak dari bencana alam yang dashyat ini," katanya.

Sejak 15 November 2013 lalu, AirAsia juga meluncurkan kampanye To Philippines with Love (#toPHwithlove) guna membantu para korban Topan Haiyan yang baru-baru ini melanda Filipina. Sebanyak 250.000 kursi gratis pun disediakan untuk warga negara Filipina sebagai bagian kampanye kemanusiaan tersebut.

Jika satu pesawat terbang mampu menerbangkan sekitar 120 orang maka diperlukan hingga 2.084 penerbangan untuk menerbangkan 250.000 orang itu.Tak berhenti disitu, AirAsia juga menyediakan ruang kargo khusus untuk pengiriman barang-barang bantuan.

Adapun rute-rute domestik di Filipina tersebut adalah dari Cebu menuju Cagayan de Oro, Davao dan Puerto Princesa. Sementara untuk rute internasional yaitu dari Macau, Kuala Lumpur, Shanghai, dan Miri menuju Manila.

"Kami berharap penawaran kursi gratis ini dapat memudahkan perjalanan warga Filipina yang ingin kembali ke kampung halaman dan berjumpa dengan kerabat tercinta mereka yang terkena dampak bencana Topan Haiyan," ujar Fernandez.

Tidak hanya maskapai penerbangan, pengumpulan sumbangan juga tengah dilakukan oleh sebuah aplikasi pengirim pesan instan gratis yang terkenal dengan koleksi stiker animasinya yang kreatif dan lucu, LINE. Aplikasi chatting yang populer ini melakukan sesuatu yang sedikit berbeda dengan mengumpulkan donasi melalui stiker baru "Pray For Philippines".

Stiker yang tersedia di Google Play Store hingga 12 Desember 2013 ini gratis di Filipina, tetapi akan dikenakan biaya 50 koin Line di negara-negara lain, yang setara dengan sekitar US$ 0,99. Semua hasil donasi akan disumbangkan ke Palang Merah Filipina untuk membantu pembangunan kembali kota-kota yang rusak dan pemulihan pasca trauma.

Related posts