PNM Kembangkan Penetrasi Pengusaha UMKM - Kabupaten Jember

NERACA

Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mengembangkan penetrasinya di Jember, Jawa Timur, sebagai salah satu kantung pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur. Direktur Utama PT PNM (Persero), Parman Nataatmadja, mengatakan berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur hingga akhir 2012, jumlah pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur mencapai 6,8 juta.

Dari jumlah tersebut, penyumbang terbesar berasal dari Kabupaten Jember dengan 424.151 usaha, atau 6,2% dari total UMKM di Jawa Timur, disusul oleh Kabupaten Malang dengan kontribusi 6,07% dan Kabupaten Banyuwangi sebesar 4,35%.

“Sebelumnya kami telah melayani wilayah ini, namun di bawah cabang Surabaya. Melihat pertumbuhan dan potensinya, diputuskan untuk meningkatkan Jember sebagai cabang mulai 1 Maret 2012,” kata dia di Jember, Jawa Timur, Jumat (15/11) pekan lalu.

Dia mengatakan wilayah kerja cabang ini meliputi Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, dan Jember. PNM Jember awalnya terdiri dari tiga klaster, yaitu Klaster Tanggul, Jember, dan Banyuwangi, yang membawahi 20 kantor unit layanan modal mikro (ULaMM).

Parman menambahkan, tahun ini PNM memperluas pasar Jember dengan menambah satu klaster, yaitu Klaster Besuki, serta 5 kantor ULaMM, yaitu ULaMM Senduro, Maesan, Besuki, Banyuwangi Kota, dan Leces.

Per Oktober 2013, PT PNM mencatat kenaikan jumlah nasabah sebesar 17,98% menjadi 70.615 nasabah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 59.852 nasabah.

"Angka penyaluran pembiayaan hingga kuartal III/2013 mencapai Rp3,02 triliun, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,66 triliun. Sementara itu, outstanding per Oktober 2013 sebesar Rp3,05 triliun, naik 12,47% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,71 triliun," jelas Parman.

Pemimpin Cabang PNM Jember, Suryaddin mengatakan, total portofolio kredit PNM Jember ketika pertama kali didirikan sebesar Rp74,8 miliar, kini dalam setahun naik signifikan hingga Rp140 miliar. PNM Cabang Jember mencatat pertumbuhan outstanding hingga 29,6 menjadi Rp137,46 miliar hingga Oktober 2013, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp106,04 miliar.

“Target outstanding PNM Jember tahun ini sebesar Rp157 miliar, hingga akhir Oktober telah tercapai 87,5%. Kami optimistis target tersebut bisa tercapai di akhir tahun nanti,” ujar dia.

Kenaikan penyaluran pembiayaan di Jember didorong oleh pertumbuhan jumlah nasabah mencapai 35,9% menjadi 2.517 nasabah hingga Oktober 2013, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.852 orang.

“Sebagian besar nasabah kami berusaha di sektor perdagangan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan yang mencapai 80% dari total nasabah. Ketiganya juga merupakan sektor ekonomi utama di Kabupaten Jember,” ungkap Suryaddin.

Komposisi produk pembiayaan PNM Jember sendiri sebesar 45% merupakan MM 200, 37% MM100, dan 18% MM 50. MM 200 adalah produk pembiayaan dengan plafon kredit di atas Rp100 juta hingga Rp200 juta. MM 100 plafon kredit di atas Rp50 juta hingga Rp100 juta, dan MM Rp50 untuk plafon kredit di bawah Rp50 juta.

Suryaddin mengakui komposisi plafon kredit saat ini masih cukup banyak di MM 200, PNM Jember berencana mengimbangkan antara komposisi MM 200 dengan MM 100 di tahun depan.“Kami ingin pembiayaan bisa diberikan kepada pelaku usaha yang lebih mikro lagi, di bawah Rp50 juta, tanpa menghapus potensi dari nasabah dengan nilai kredit di atas Rp100 juta,” jelas dia.

Dia menambahkan, PNM Jember tidak hanya melihat UMKM di wilayah ini sebagai pasar. Pihaknya juga melakukan berbagai kegiatan pengembangan kapasitas usaha untuk meningkatkan keahlian bisnis para nasabah.

PNM Jember bersamaan dengan peresmian kantor cabang juga mengadakan kegiatan pengembangan kapasitas usaha kepada sekitar 100 orang nasabah terpilih mengenai“Motivasi dan Entrepreneur Skill.”Hingga akhir September 2013 PNM telah melakukan pelatihan sebanyak 149 kali kepada 6.462 nasabah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Pelatihan tersebut diadakan di berbagai kota di Indonesia," tambah Suryaddin. [mohar]

Related posts