Produksi CPO Astra Agro Capai 1,24 Juta Ton

NERACA

Jakarta- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan kenaikan produksi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) hingga Oktober 2013 sebesar 4,5%, menjadi 1,24 juta ton dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,18 juta ton. “Produksi CPO perseroan di bulan Oktober 2013 yang mencapai 153.115 ton menjadi yang tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya,” kata Investor relations AALI, Rudy Limardjo dalam keterangan resminya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Selain mencatatkan kenaikan produksi CPO, produksi kernel perseroan pada periode ini meningkat sebesar 1,6% menjadi 263.848 ton. Sementara produksi TBS perseroan yang dipanen sepanjang Januari-Oktober 2013 mencapai 4,17 juta ton, turun 6,9% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,48 juta ton. Terjadinya penurunan disebabkan kemampuan produksi (yield) TBS yang mengalami penurunan dari 18,99 ton per hektare (ha) menjadi 17,06 ton per ha.

Sementara itu untuk produksi CPO dunia tahun ini, diperkirakan akan mencapai 56,57 juta ton atau meningkat 5,3% dibanding pencapaian tahun lalu yang didorong oleh pertambahan luas lahan menghasilkan dari 14,18 juta hektar menjadi 14,80 juta hektar. Dari total produksi CPO dunia, Indonesia dan Malaysia yang merupakan negara penghasil CPO terbesar dunia masing-masing menyumbangkan 50,9% (28,80 juta ton) dan 34% (19,25 juta ton).

Untuk meningkatkan kinerjanya di bisnis ini, perseroan akan menggandeng perusahaan Kuala Lumpur, KL-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd membentuk usaha patungan, ASTRA-KLK Pte, Ltd. Perusahaan baru ini natinya memasarkan produk olahan minyak sawit di Singapura dan menyediakan jasa logistik atas produk tersebut.

Disebutkan, perseroan memiliki 49% di ASTRA-KLK Pte, Ltd, perusahaan joint venture terdaftar di Singapura. Hal ini berdasarkan Joint Venture Agreement pada 30 Agustus 2013 dengan KL-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Kuala Lumpur Kepong Berhad.

KL-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd tercatat sebagai perusahaan terbuka yang didirikan berdasarkan hukum Malaysia dan berusaha dalam bidang perkebunan serta bisnis terkait lainnya. Dibentuknya perusahaan patungan ini antara lain untuk membangun sinergi baru dengan upaya bersama dengan mitra Malaysia untuk menembus pasar internasional dan di masa yang akan datang untuk makin mengembangkan bisnis hilir minyak sawit perseroan.

Tercatat, hingga kuartal ketiga tahun ini perseroan hanya dapat membukukan pendapatan dari penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan kernel sebesar Rp8,3 triliun, turun sekitar 1,69% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,69 triliun. Merosotnya pendapatan perseroan disebut-sebut karena turunnya harga rata-rata CPO dibanding periode yang sama 2012.

Pihak manajemen mencatat, volume penjualan CPO hingga September 2013 tercatat sebanyak 1.105.754 ton dengan harga rata-rata Rp6.835/kilogram (kg), naik dibanding periode yang sama tahun 2012 sebanyak 993.729 ton. Meski demikian, harga rata-rata terkoreksi 11,7% dibanding akhir September tahun lalu Rp7.739/kg. (lia)

Related posts