Awali Pekan Ini, IHSG Masih Dihantui Aksi Jual

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin, ditutup melemah 31 poin ke level 4.334,448 (0,73%). Indeks harga saham gabungan (IHSG) meninggalkan zona tertingginya di 4.406 akibat aksi jual yang dilakukan investor.

Kaata analis PT Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio mengatakan, aksi jual yang dilakukan pelaku pasar adalah upaya merealisasikan keuntungan saham untuk jangka pendek menekan IHSG, “Pada hari sebelumnya indeks BEI mengalami lonjakan, namun pasar saat ini cenderung merealisasikan keuntungannya sehingga menekan IHSG," kata dia di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menambahkan, pelaku pasar asing yang kembali melepas sahamnya menambah tekanan bagi indeks BEI. Tercatat jual bersih asing (net sell foreign) mencapai Rp193 miliar. Lanjutnya, rencana Bank Indonesia yang akan kembali menaikan suku bunganya (BI rate) diperkirakan dapat menambah beban kinerja emiten terutama di sektor perbankan dan properti di kuartal keempat.

Sementara analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, pernyataan Bank Indonesia BI bahwa merencanakan untuk kembali menaikan suku bunga acuan (BI rate) mendorong aksi jual pelaku pasar saham, “Pelaku pasar diharapkan untuk melakukan transaksi untuk jangka pendek," kata dia.

Oleh karena itu, perdagangan saham di BEI Senin awal pekan, diproyeksikan masih akan terkoreksi dipicu sentimen negatif dibalik rencana kenaikan BI Rate. Karena itu, Yuganur merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan awal pekan depan diantaranya, Aneka tambang (ANTM), Ace Hardware Indonesia (ACES), Harum Energy (HRUM), Astra International (ASII).

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, transaksi perdagangan saham di BEI tercatat sebanyak 114.138 kali dengan volume mencapai 4,33 miliar lembar saham senilai Rp4,12 triliun. Efek yang mengalami penguatan sebanyak 79 saham, sebanyak 180 saham melemah, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 104 saham.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng menguat 383,00 poin (1,69%) ke level 23.032,15, indeks Nikkei-225 naik 289,51 poin (1,95%) ke level 15.165,92, dan Straits Times menguat 7,25 poin (0,23%) ke posisi 3.198,33. Perdagangan sesi I, indeks BEI masih terkoreksi 13,05 poin atau 0,29% ke 4.354,31. Aksi jual menjadi pemicu melemahnya indeks BEI.

Indeks LQ45 terpantau juga turun 2,28 poin atau 0,3% ke 726,62, Jakarta Islamic Indeks (JII) menguat 2,93 poin atau 0,5% ke 596,47, dan indeks IDX30 naik 1,38 poin atau 0,4% ke 370,95. Tercatat transaksi perdagangan sesi pertama sebesar Rp1,924 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan 1,815 miliar lembar saham. Adapun sebanyak 73 saham menguat, 136 saham melemah, dan 109 lembar saham stagnan.

Sementara itu, saham-saham di Asia justru terpantau menguat, dengan indeks Nikkei naik 278,75 poin atau 1,87% ke 15.155,16, indeks Hang Seng menguat 337,60 poin atau 1,49% ke 22.986,75, dan indeks Straits Times naik 0,29% ke 3.200,33.

Sektor-sektor penggerak IHSG mayoritas melemah, dengan sektor aneka industri, industri dasar, konsumsi, keuangan, manufaktur, tambang, properti menguat. Hanya perkebunan dan perdagangan yang menguat. Adapun saham-saham yang bergerak di jajaran top gainers, antara lain saham PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) naik Rp200 ke Rp11.600, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik Rp100 ke Rp5.050, dan saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp100 ke Rp29.500.

Sedangkan saham-saham yang berada dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp250 menjadi Rp37.750, saham PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp50 menjadi Rp6.400, dan saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp50 menjadi Rp2.125.

Sebaliknya, indeks BEI dibuka menguat 21,54 poin atau 0,49% menjadi 4.388,91. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,50 poin (0,75%) ke level 734,40, “IHSG masih mampu melanjutkan penguatannya seiring dengan meredanya gejolak di nilai tukar rupiah dan pasar obligasi," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Benedictus Agung menambahkan, penguatan indeks BEI salah satunya juga didorong dari kondisi bursa global yang positif menyusul optimisme stimulus keuangan the Fed masih akan dilanjutkan. "Optimisme pasar masih tertuju pada pernyataan calon gubernur The Fed yakni Janet Yellen yang sangat mendukung stimulus dengan ekspektasi suku bunga di AS baru akan naik di 2017 dari ekspektasi sebelumnya di 2015," kata dia.

Sementara itu analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja memperkirakan indeks BEI akhir pekan akan bergerak di kisaran 4.333--4.392 poin, “Optimisme market setelah Janet Yellen memberi sinyal untuk mempertahankan stimulus hingga ekonomi AS bertumbuh akan mendorong pasar saham meningkat," kata Christandi.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 238,46 poin (1,05%) ke level 22.887,61, indeks Nikkei-225 naik 258,12 poin (1,74%) ke level 15.134,51, dan Straits Times menguat 7,99 poin (0,25%) ke posisi 3.198,92. (bani)

Related posts