Pentingnya Pengetahuan Sejak Dini Tentang Energi - Science Film Festival (SFF)

NERACA

Cara menumbuhkan minat anak terhadap sains banyak cara dan ragamnya. Salah satunya adalah lewat sebuah festival film sains atau Science Film Festival (SFF) yang diusung oleh Pusat kebudayaan Jerman, Goethe-Institut Indonesia.

Kepala Bagian Program Regional Goethe-Institut untuk Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Katrin Sohns menuturkan bahwa untuk keempat kalinya acara yang diadakan ini merupakan perayaan komunikasi sains kepada anak-anak.

"Memperkenalkan kepada anak bahwa sains itu menyenangkan," kata Sohns saat mengadakan jumpa pers di Goethe-Institut, Jakarta Pusat belum lama ini.

Tahun ini, SFF mengangkat tema "energi dan kesinambungan". Tema itu diusung lantaran pentingnya memberi pengetahuan sejak dini tentang energi kepada anak-anak.

"Memberi pengetahuan kepada anak karena mereka suatu saat akan jadi pemimpin. Anak jadi bisa berpikir bijak tentang energi d masa depan," ujar Kepala Bagian Pers dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jerman, Michael Hoffmann.

Science Film Festival ada di Indonesia sejak 2010 lalu. Tahun ini, SFF diadakan di 20 kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, Bogor, Medan, Pontianak, Salatiga, Yogyakarta, Soe, dan Ambon pada 14-30 November 2013.

Di Jakarta, SFF akan diadakan di PP IPTEK (15-30 November), Universitas Paramadina (18-29 November), SD Kristen Calvin (18-20 November), GoetheHaus (16-30 November), Hotel Santika Premiere (15 November), Bentara Budaya (16 November), dan Yayasan Kanker Anyo (17 November).

SFF akan memutarkan film pendek berdurasi sekitar 10 menit yang berasal dadi berbagai negara, antara lain Indonesia, Jerman, Malaysia, dan Prancis. Film dalam festival ini bertujuan mengenalkan sains secara sederhana kepada anak-anak usia 9 hingga 14 tahun.

Menurut Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, salah satu hal penting dalam dunia pendidikan adalah membangun kecintaan pada sains.

"Film dapat menambah insting, keingintahuan terhadap sains. Nampaknya sederhana, tapi itu scientific," kata dia.

Ia menilai minat anak Indonesia terhadap sains cukup tinggi. Angka itu dilihatnya dari jumlah pengunjung SSF tahun lalu yang mencapai 28.000 orang.

Komponen edutainment, mendidik sekaligus menghibur, merupakan hal yang penting dalam pengenalan sains kepada anak. Kombinasi antara pengetahuan dan kreativitas dapat menghasilkan hal-hal yang menarik bagi anak.

Ia berpendapat, pengenalan sains kepada anak juga akan lebih menarik bila menggunakan alat-alat sederhana yang dapat digunakan di mana saja, seperti batu baterai dan kabel.

"Kita perlu mendorong munculnya minat itu melalui peragaan yang simpel," sambung dia.

Sedangkan Heloise Pichot, Scientific Coordinator Institut Francais d'Indonesie (IFI), berpendapat pengetahuan tentang sains membantu anak untuk dapat hidup lebih baik dari masa ini.

"Agar mereka punya kebiasaan yang bagus untuk menjaga planet ini," kata Pichot.

Related posts