Elnusa Perkuat Bisnis Energi - Bangun Perusahaan Jasa Marine Support

NERACA

Jakarta- Untuk memperkuat bisnisnya di bidang energi, PT Elnusa Tbk (ELSA) mendirikan anak usaha baru, PT Elnusa Trans Samudera (ETSA). Perusahaan ini bergerak di bidang jasa marine support yang secara spesifik memberikan jasa pendukung operasional bagi kegiatan yang bergerak di bidang energi lepas pantai. “Jasa marine support yang akan disediakan oleh ETSA antara lain adalah jasa seatruck, seabus, crew boat, tug boat, LCT, accomodation barge, dan lain-lain.” kata Direktur Utama PT Elnusa Tbk, Elia Massa dalam keterangan persnya di Jakarta kemarin.

Pendirian anak perusahaan ini, menurut dia, telah melalui proses kalkulasi bisnis jangka panjang dan studi menyeluruh yang matang. Pendiriannya sesuai dengan arahan strategis yang telah ditetapkan dalam rencana jangka panjang perusahaan(RJPP) 2013–2017 guna meningkatkan recurring income dan pengembangan bisnis di existing customer.

Diharapkan, pengembangan bisnis ini tidak hanya memajukan perseroan, namun juga mampu memberikan manfaat kepada para stakeholders perseroan. “Saat ini perseroan tidak hanya memperhitungkan revenue, namun juga berorientasi pada profit sehingga pengembangan bisnis dan keberlangsungan perusahaan dapat terus terpelihara,” jelasnya.

Dalam perusahaan yang baru dibentuk ini, kata dia, perseroan memiliki 90% saham Elnusa Trans Samudra. Sementara untuk penandatanganan akta pendirian ETSA sendiri telah ditandatangani pada 8 November 2013. Sebagai informasi, perseroan menutup kuartal ketiga tahun 2013 dengan laba bersih Rp117,8 miliar atau tumbuh 48% dari laba bersih pada periode yang sama tahun lalu. Targetnya, di akhir tahun ini perseroan dapat meraup laba bersih sebesar Rp138 miliar.

Nilai yang ditargetkan tersebut meningkat Rp10 miliar dari pencapaian laba bersih 2012 lalu yang sebesar Rp128 milar. Pengembangan usaha yang dilakukan antara lain pengembangan kontrak bisnis prime customer di industri minyak dan gas (Migas) di Indonesia seperti PT Pertamina, Total E&P, Chevron Indonesia, dan lainnya.

Manajemen perseroan menargetkan dapat memperoleh kontrak baru hingga akhir tahun ini mencapai US$327 juta. Pihaknya memperkirakan, pada tahun 2014 perseroan dapat mengumpulkan kontrak seismik sebesar US$160 juta hingga US$180 juta atau sekitar Rp1,78 triliun-Rp2,01 triliun, termasuk carry over pada tahun ini.

Tercatat, hingga Juni 2013 perseroan telah mengantongi kontrak senilai US$105 juta atau sekitar Rp1,17 triliun dari segmen jasa seismik atau eksplorasi. Sekitar 70% dari kontrak ini atau sekitar Rp819 miliar akan dibukukan untuk tahun 2014 mendatang, sedang 30% atau sekitar Rp351 miliar rupiah akan dibukukan sebagai pendapatan pada tahun ini.“Sampai dengan bulan Juni kita sudah mengumpulkan kontrak sekitar US$ 105 juta, itu termasuk carry over tahun lalu,” kata Elia Massa. (lia)

Related posts