Investasi Infrastruktur di Indonesia Menjanjikan

NERACA

Hongkong - Investasi infrastruktur di Indonesia tergolong paling menarik di Asia, dibanding Tiongkok dan India. Selain karena pertumbuhan ekonomi yang bakal terus meningkat, ketersediaan infrastruktur di Indonesia masih minim. Jika ada kepastian hukum yang lebih baik dan pelayanan yang cepat, dana asing untuk investasi di infrastruktur akan meningkat pesat pada masa mendatang. "Jakarta sangat dinamis, begitu juga Indonesia secara keseluruhan. Dengan ketersediaan infrastruktur yang masih terbatas sedang laju pertumbuhan ekonomi relatif tinggi, investasi infrastruktur di Indonesia sangat menjanjikan," kata John Walker AM, Senior Managing Director, Head of Infrastructure and Utilities, Asia Macquarie Capital, pada sesi kedua diskusi Indonesia Investment Forum 2013, Ritz Carlton Hotel, Hongkong, kemarin.Diskusiini menghadirkan juga Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Wahyu Hidayat dan Presdir PT Kimia Farma Tbk Rosdi Rosman. Beragam infrastruktur di Indonesia tidak cukup hanya dibangun oleh pemerintah dan BUMN. Pihak swasta, lokal maupun asing, harus dilibatkan. Wahyu mengakui, sejumlah BUMN yang begerak di infrastruktur kini mulai meraih pendapatan yang tinggi akibat besatnya permintaan. Misalnya perusahaan tol PT Jasa Marga dan sejumlah BUMN karya. Meski sejumlah BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur sudah menjadi pemain global, kehadiran asing untuk membangun infrastruktur di Indonesia sangat diperlukan, tambahnya. Peluang investasi di bidang infrastruktur di Indonesia tidak hanya di bidang pembangkit listrik, melainkan juga di air minum, transportasi, pelabuhan laut, bandara, dan jalan tol. Bila ada pelayanan single window atau satu atap, birokrasi yang lebih sederhana, otonomi daerah yang tidak kebablasan, serta ketersediaan dana jangka panjang, investasi di bidang infrastruktur akan berkembang. Macquarie Capital Ltd, kata John, saat ini mengelola dana investasi portofolio sekitar US$100 miliar. Sebagian dana itu sudah ditanamkan di Asia, antara lain, di Korsel, Jepang, RRT, India, dan Indonesia. Dibanding RRT dan India, peluang investasi infrastruktur di Indonesia paling menarik, tambahnya. Pertumbuhan kota-kota di Asia juga mendongkrak kebutuhan dana investasi. John memperkirakan, dalam 20 tahun yang akan datang, dunia membutuhkan dana US$3 triliun untuk membangun perkotaan, termasuk di Asia. [bani]

Related posts