Kelahiran Proses Caesar Berisiko Terkena Emboli

NERACA

Melahirkan merupakan kodrat perempuan dan pengorbanan yang dilakukan selama proses tersebut terbilang besar. Ketakutan sepertinya wajar menimpa para ibu dan tidak sedikit yang lebih memilih proses kelahiran caesar.

"Mungkin hal ini banyak ibu yang berkata persalinan caesar itu tren karena banyaknya artis atau teman yang memilih caesar sehingga ikut-ikutan," kata Ketua Bidang Ilmiah Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PB POGI) dr Andon Hestiantoro.

Andon menambahkan tidak sedikit juga yang meminta atau request kelahiran sang bayi, namun hal ini tidak dianjurkan. "Boleh caesar tetapi melahirkan normal lebih baik untuk menekan risiko-risiko akibat operasi caesar. Kalau ada yang request sebaiknya para dokter sudah menjelaskan secara detail risiko dan pasien telah memahaminya dengan baik," katanya.

Salah satu risiko proses persalinan caesar yaitu emboli yang gejala dan faktornya tidak dapat diprediksi dan dicegah. Menurut Ketua Umum PB POGI dr Nurdadi Shaleh, emboli terjadi begitu cepat dalam hitungan menit. "Emboli merupakan kondisi yang sangat jarang terjadi, tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dicegah. Terjadi begitu cepat dalam hitungan menit. Para dokter akan melakukan upaya yang terbaik untuk mengatasi kondisi seperti itu," katanya menjelaskan.

Menurut Andon, para ibu lebih peduli akan kesehatan dan benar memilih keputusan untuk proses kelahiran. "Setiap persalinan memang memiliki risiko, namun pada kasus emboli risiko tertinggi terjadi pada persalinan Caesar. Emboli ada dua jenis emboli air ketuban dan emboli udara. Dua-duanya berisiko kematian," katanya.

Hal tersebut, menurut Andon, dikarenakan saat operasi lebih banyak ada pembukaan yang disebabkan dari sayatan-sayatan, sedangkan pada persalinan normal risikonya lebih kecil. "Persalinan caesar boleh hanya untuk ibu yang benar-benar sudah paham dan siap menghadapi risiko yang akan terjadi saat operasi caesar," ujar Andon.

Efek Setelah Operasi Caesar

Pada umumnya operasi Caesar aman untuk Ibu dan bayi. Namun beberapa komplikasi dapat muncul pasca operasi. Berikut adalah resikonya. Yang pertama adalah meningkatnya pendarahan pasca operasi sehingga Ibu membutuhkan transfusi darah. Selain itu, resiko akan infeksi juga mungkin terjadi namun dokter akan memberikan antibiotik untuk mengatasi komplikasi ini.

Risiko pasca operasi Caesar selanjutnya adalah luka pada tempat di mana dokter melakukan pembedahan. Namun hal ini jarang terjadi kecuali alat pembedahan memang tidak steril. Komplikasi lain adalah reaksi yang timbul dari obat-obatan yang digunakan pada saat operasi. Untuk menghindari hal ini, berkonsultasilah pada dokter apabila anda pernah memiliki alergi pada obat-obatan tertentu.

Walaupun bius lokal mengenai bayi, namun hal tersebut tidak akan membahayakan bayi. Selain itu, bayi yang dilahirkan melalui proses operasi caesar terkadang menimbulkan gangguan pernafasan karena bayi langsung merasakan perbedaan pada saat berada di dalam kandungan ibu yang berisi air ketuban dan udara luar secara langsung.

Sedangkan operasi Caesar pada kehamilan sebelumnya akan mempengaruhi kehamilan selanjutnya. Apabila pada kehamilan sebelumnya anda mengalami operasi caesar, besar kemungkinan dokter akan melakukan operasi caesar kembali. Namun keputusan ini tentu saja didasarkan pada kondisi kandungan, anda, dan bayi menjelang persalinan.

Related posts