Syandra Kwan: CEO Syandra Kwan Public Relations Agency - Beri Kesempatan Karyawan Jadi Pemilik

NERACA

Zeal is a valcano, the peak of which the grass of indecisiveness does not grow. (Semangat adalah sebuah gunung berapi, yang di puncaknya tidak akan tumbuh rumput keraguan), sebuah ungkapan yang terefleksikan pada sosok wanita kelahiran Surabaya, 20 July 1973 silam. Dialah Syandra Kwan, pendiri Syandra Kwan Public Relations Agency.

Ditemui di salah satu restoran di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan, perempuan ini menuturkan bagaimana awalnya mendirikan perusahaan di bidang public relations (PR) agency yang kini tengah dirintisnya.

Ia dibesarkan di Taiwan. Dalam hidupnya, wanita yang menguasai empat bahasa (Inggris, Mandarin, Bahasa Indonesia dan Jawa) ini awalnya tidak memiliki keinginan atau cita-cita mendirikan perusahaan. Namun, ketika ia berkencimpung di dunia PR dan lingkungan dunia kerja, membuat ia mendapat kesempatan mencoba membangun perusahaan PR agency.

Dilihat mampu untuk menjalani dunia PR oleh para kerabatnya, disaat itu juga pintu masuk untuk mendirikan perusahaan PR agency terbuka lebar. “Ketika kita sudah berada di suatu tempat pekerjaan, dan orang lain melihat kita bisa dan mampu melakukkan pekerjaan tersebut, banyak peluang yang kita bisa dapat di saat itu juga,” tutur Syandra, jebolan Bechelor of Fine Arts in Interior Design di San Diego, CA, USA ini.

Waktu balik ke Asia, Syandra berkerja sebagai interior designer di Singapura. Namun kemudian ia sadar, bahwa teknologi dan marketing adalah dunia yang penuh peluang ke depan. Karena itu, Syandra melanjutkan S2 di jurusan E-Commerce Marketing di Marketing Institute of Singapore, sambil kerja full time.

Saat itu Syandra tahu sedikit dunia PR dan balik ke Surabaya di 2002. Ia mulai awal bekerja di sebuah hotel termuka dan ia diberikan training dan exposure di dunia PR selama 6 tahun, sebelum melihat kesempatan untuk mendirikan perusahaan PR agency yang pertama di kota Surabaya pada tahun 2008. Wanita yang hobinya berpetualang dan memasak ini lalu mendapat kesempatan buka cabang di Jakarta pada 2010, karena tuntutan dari klien di ibu kota.

Ia menyadari, perusahaan yang digeluti saat ini adalah dunia entrepreneur. Hal itu membuatnya harus mulai belajar lagi di Jakarta, Singapore, Hong Kong dan Kuala Lumpur mengenai manajemen dan PR. “We should be excited about learning news things because the world changes every minute” tuturnya.

“Untuk mengikuti workshop di negara asing, saya sampai menjual tanah saya. Ini semua saya lakukan untuk mendapatkan pengetahuan manajemen yang sangat dibutuhkan di perusahaan saya,” tuturnya dengan sangat bangga.

Menurutnya, kenapa perusahaan membutuhkan agen PR, karena untuk menjembatani antara publik dan perusahaan. Di situ peran PR, membuat pesan atau berita yang dapat diterima dan dimenggerti oleh publik. “ Scope kerjaan di bidang PR sangat luas dan perusahaan di Indonesia mulai sadar, bahwa PR adalah ujung tombaknya untuk memudahkan proses pengertian di antara publik dan komunitas,” ungkap Syandra yang pernah sekolah di Taiwan selama 8 tahun ini.

Ia merasa beruntung mendapat pengalaman dan pendidikan di bidang seni. Sebab, sampai saat ini sebagai orang PR, tidak hanya harus bisa berkomunikasi secara tertulis dan bertatap muka. Tapi juga, perlu kreatif membuat strategi yang membumikan metode komunikasi. Agar, pesannya bisa diterima dan merubah polah pikir, gaya hidup bahkan tingkah laku publik. Kemudian tidak kalah penting baginya adalah, banyak kerja smart (bukan kerja keras) dan tidak berhenti mempelajari hal baru.

Menurut dia, terlebih saat ini adalah eranya semua orang harus jadi PR. Sebab, menjebatani hubungan sudah menjadi kultur bagi dunia sekarang.

Kepercayaan Lima Unsur

Syandra Kwan Public Relations Agency ini begitu terosebsi dengan lima unsur elemen alam. Sampai-sampai, Pandawa Lima pun ia jadikan logo perusahaannya.

Perempuan yang masih melajang ini mengaku, sangat percaya lima unsur elemen seperti air, tanah, besi, kayu, dan api. Kelima unsur ini pun menjadi motivasi bagi kehidupan sehari-harinya.

Ia mengatakan, menjalin hubungan baik dengan karyawan sangatlah penting. Ini semua dilakukan, untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi para karyawan, baik itu di kantor atau urusan luar kantor. “Saya berusaha, semua rekan kerja di tempat saya, sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri. Bahkan, saya selalu menyempatkan diri memasak makan siang untuk karyawan. Tidak jarang juga mengundang mereka ke rumah untuk mencicipi masakan saya,” tuturnya.

Syandra mengaku, pekerjaannya sebagai PR membutuhkan pemikiran yang brilian. Untuk itu, dibutuhkan suasana kerja yang nyaman agar tidak membuat kerja otak menjadi buntu. Sehingga, sesekali ia merasa perlu melakukan travelling demi mencari suasana baru.

Ia mempunyai harapan untuk perusahaan yang dirintis saat ini. Yakni, menjadi lebih baik dan terus berdiri tegak di tengah persaingan dunia PR agency yang semakin ketat. Bahkan, tahun depan ia mempunyai rencana untuk membuka cabang di Singapura dan memberi kesempatan karyawannya menjadi pemilik perusahaan.

Related posts