Lippo Karawaci Bagi Dividen Tunai Rp270 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) akan membagikan dividen tunai senilai Rp270 miliar untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2012. Jumlah ini setara 25,47% dari laba bersih setelah pajak tahun buku 2012. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (11/11).

Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk, Ketut Budi Wijaya mengatakan, pembagian dividen mengacu pada keputusan Direksi pada 28 Oktober 2013 lalu. Rencananya, pembayaran dividen tunai cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi akan dilakukan pada 29 November 2013. Ex Dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 2 Desember 2013. Cum Dividen di pasar tunai pada 4 Desember 2013, dan ex dividen di pasar tunai pada 5 Desember 2013. Sementara untuk pembayaran dividen tunai pada 18 Desember 2013.

Tercatat, laba bersih yang dicatatkan perseroan pada tahun 2012 sebesar Rp1,06 triliun, naik 50% dibandingkan laba bersih tahun 2011 sebesar Rp708 miliar. Adapun pendapatan perseroan sebesar Rp6,16 triliun atau naik 47%. “Seluruh divisi usaha LPKR mencatat pertumbuhan berkelanjutan yang memuaskan dengan kinerja pendapatan yang tinggi dari dari divisi usaha strategis Residential & Urban Development meningkat 67% menjadi Rp3,4 triliun.” jelas Ketut.

Kontributor utama dari pertumbuhan ini adalah hasil penjualan tanah industri di Lippo Cikarang yang membukukan pendapatan sebesar Rp611 miliar dan penjualan 2 aset mal kepada Lippo Mall Indonesia Retail Trust (LMIRT) sebesar Rp879 miliar. Ke depan, kata dia, pihaknya akan tetap fokus dan terus mengoptimalkan sumber daya dalam membangun berbagai proyek kami seperti rumah sakit, mal, ritel, serta pengembangan properti.

Sementara hingga kuartal ketiga 2013, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan pendapatan tumbuh 25% untuk sepanjang sembilan bulan di tahun 2013, di mana pendapatan mencapai Rp 4,78 triliun atau tumbuh dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,81 triliun. Peningkatan pendapatan terbesar berasal dari Divisi Healthcare yang meningkat sebesar 47% menjadi Rp 1,83 triliun dari Rp 1,24 triliun.

Dirinya juga menambahkan, perseroan memiliki struktur permodalan yang kuat karena profil pinjaman yang berjangka panjang serta posisi kas yang sehat, hal ini memungkinkan perseroan untuk mengatasi berbagai tantangan dan terus melaksanakan rencana bisnis. Untuk pendapatan recurring LPKR terus berkembang dan mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 38% YoY menjadi Rp 2,71 triliun serta memberikan kontribusi sebesar 57% dari total pendapatan. Hasil ini sejalan dengan strategi perseroan untuk mempertahankan keseimbangan basis pendapatan antara pendapatan pengembangan properti dengan pendapatan recurring.

Dengan demikian, EBITDA meningkat sebesar 16% YoY menjadi Rp 1,32 triliun dari Rp 1,13 triliun. Selanjutnya, laba bersih meningkat dengan sehat 24% YoY menjadi Rp 913 miliar. Divisi Residential dan Urban Development masih menjadi kontributor utama bagi EBITDA dan laba bersih masing-masing sebesar 57% dan 61%. (lia)

Related posts