Indomobil Multi Jasa Bidik IPO Rp839,4 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJ) akan melepas sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) sebanyak-banyaknya 1,29 miliar lembar saham atau sebanyak 25% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Targetnya, melalui penawaran saham tersebut perseroan dapat meraup dana segar sekitar Rp645,7 miliar-Rp839,4 miliar.

Direktur Utama IMJ, Jusak Kertowidjojo mengatakan, harga awal saham perseroan berkisar Rp 500 hingga Rp 650 per lembar saham. Rencananya, sekitar 60% dari dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan bisnis dan modal kerja entitas anak perusahaan. Rinciannya, sekitar dua pertiga akan digunakan oleh PT CSM Corporatama (Indorent), dan sepertiganya akan digunakan oleh Indomobil Finance Indonesia (IMFI), “Sekitar 40% dananya akan digunakan untuk mengurangi pinjaman Indorent,” katanya di Jakarta (11/11).

Dari prospektus yang diterbitkan Perseroan disebutkan, sisa dana akan digunakan oleh Indorent untuk pelunasan awal fasilitas kredit. Adapun fasilitas pinjaman yang diperoleh perseroan sebelumnya antara lain berasal dari PT Bank Mandiri Tbk senilai Rp 135 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk senilai Rp 512 miliar, dan DBS Indonesia senilai Rp 194 miliar.

Sebagai penjamin pelaksana emisi efek, kata dia, perusahaan telah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia, PT Deutsche Securities Indonesia, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Kresna Graha Sekurindo Tbk dan PT Buana Capital. Jadwalnya, perseroan akan melakukan penawaran awal pada 11 November hingga 19 November 2013, dan tanggal efektif pada 25 November 2013. Adapun perkiraan masa penawaran berlangsung pada 27-29 November 2013 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Desember 2013.

Sebagai informasi, PT Indomobil Multi Jasa Tbk merupakan anak perusahaan PT Indomobil Sukses International. Indomobil Multi Jasa bergerak di jasa pembiayaan konsumen melalui IMFI serta jasa penyewaan kendaraan melalui Indorent. IMFI sendiri melayani pembiayaan kendaraan roda dua, roda empat, serta alat berat.

Per 30 Juni 2013, perusahaan itu mengklaim memiliki sebanyak 212 titik pelayanan. Sementara itu, Indorent memiliki 16 titik pelayanan dengan jumlah armada sebanyak 8.363 unit. Pendapatan Indomobil Multi Jasa sendiri hingga Juni 2013 tercatat mencapai Rp 695 miliar atau naik 12,9% dari periode sama tahun lalu yakni Rp 615,2 miliar. Adapun laba bersih hingga kuartal II-2013 tercatat mencapai Rp 71,439 miliar, naik Rp 8,2 miliar atau setara 12,9% ibandingkan laba bersih pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 63,361 miliar. (lia)

Related posts