Pembangunan Java Place Hotel Rogoh US$ 30 Juta

NERACA

Bekasi – Tingginya tingkat pertumbuhan kawasan industri didaerah Bekasi dan sekitarnya, menjadikan kawasan ini banyak didatangi investor. Namun demikian sarana untuk penginapan seperti hotel masih jarang, terutama untuk hotel-hotel kelas bintang 4 ke atas. Atas dasar itulah investor dari korea mau merogoh koceknya dengan menggelontorkan investasi US$ 30 juta atau sekitar Rp 330 miliar Untuk membangun Java Palace Hotel, di kawasan Jababeka Cikarang, Bekasi.

“Saat ini Hotel untuk darerah Cikarang apalagi untuk hotel kelas atas masih kurang. Maka dari itu kami menangkap bisnis perhotelan disini sangat bagus,” kata Park Jaen Han, Presiden Direktur PT Java Prima Global, perusahaan pengembang Java Palace Hotel, saat aacara peresmian Java Palace Hotel, di Cikarang, Bekasi, Senin (11/12).

Padahal, Industri dikawasan ini sangat pesat, banyak investor asing yang datang, tentu saja permintaan akan penginapan tinggi. Dengan berada di seputaran kawasan yang banyak terdapat pabrik dari sejumlah perusahaan besar, tentu saja kedepan hotel ini akan menjadi salah satu tujuan penginapan bagi para invetor asing. "Dengan posisinya yang strategis, kami harapkan hotel ini bisa menjadi meeting point yang eksklusif serta mudah dijangkau oleh para tamu dan pengunjung dari kawasan ini," imbuhnya.

Apalagi hotel ini mengusung konsep Green Living, dengan bangunan ramah lingkungan dan mempunyai ruang terbuka hijau yang cukup luas. Dengan menempati lahan seluas 24.000 meter persegi, Java Palace Hotel memiliki total 151 kamar dengan perpaduan disain modern dan klasik, yang terbagi dalam 122 kamar Superior, 14 kamar Deluxe, 14 kamar Suite, dan 1 kamar Presidential. Dan yang tak kalah penting semua kamar dilengkapi dengan layanan 24 jam, mulai dari concierge dan sekuriti, room service, personal shower and bathroom, laundry and drycleaning, safe deposit.

Selain itu juga tamu akan disuguhkan dengan layanan dan fasilitas lain seperti swimimngpool, fitnes centre, coffe shop, restaurants, pub & golf driving. “Dengan menjujung tinggi service customer akan dimanjakan disini dan akan merasa nyaman menginap ataupun berada dilingkungan hotel,” sambungnya.

Selama ini kebanyakan hotel bintang 4 ke-atas hanya berpusat di Jakarta, para investor asing yang datang kekawasan Jababeka, Cikarang mobilisasinya dinilai masih sangat jauh, adanya hotel di pinggiran Jakarta seperti Cikarang tidak lagi mengeluhkan mobilisasi, diharapkan mampu meningkatkan lagi investor asing yang datang ke indonesia. “Adapun pasar yang dibidik untuk hotel ini adalah dari kalangan industri, investor, dan ekspatriat, dengan hadirnya hotel ini diharapkan dapat memudahkan mereka dalam menjalankan aktivitas bisnisnya," ujarnya.

Tingkatkat Investasi

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal, investasi PMA (Penanaman Modal Asing) Korea Selatan di Indonesia pada hingga sembilan bulan 2013 dari mulai Januari sampai dengan September mencapai 1,6 miliar dolar AS atau menempati urutan ke 4 setelah Jepang dengan nilai 3,6 miliar dolar, Singapura 3,1 miliar dolar, Amerika Serikat 2,0 miliar dolar. Peringkat 5 ditempati Inggris 1,0 miliar dolar.

Pada 2012, investasi Korea Selatan mencapai 1,9 milar dolar atau menempati posisi 3 di bawah Singapura 4,9 milar dolar dan Jepang 2,5 milar dolar. Korea masih lebih baik dibanding AS 1,2 miliar dolar dan Mauritus 1,1 miliar dolar. Sementara pada 2011, investasi Korea mencapai 1,2 miliar dolar setelah Singapura, Jepang, AS, dan Belanda.

Potensi Korea Selatan bertahan di posisi tiga besar masih berpeluang karena Investasi dua pabrik besar masih terus berjalan yakni pembangunan pabrik ban Hankook di Cikarang, Kabupaten Bekasi, dan pembangunan pabrik Krakatau Posco di Cilegon, Banten.

Related posts