BCA Bagikan Dividen Rp 45 Per Saham

NERACA

Jakarta – Berhasil membukukan laba bersih tumbuh 25,2% pada kuartal tiga tahun ini, memicu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) untuk membagikan dividen sebesar Rp45 per saham. Pembagian dividen interim tersebut untuk tahun buku 2013 periode Januari hingga September 2013.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (11/11). Disebutkan, jadwal pembagian dividen termasuk cum dividen untuk perdagangan di pasar reguler dan negosiasi 28 November 2013 dan Ex dividen pada perdagangan di pasar reguler dan negosiasi 29 November 2013.

Sementara itu, cum dividen untuk perdagangan pasar tunai 3 Desember 2013, Ex dividen untuk perdagangan pasar 4 Desember 2013. Sedangkan pelaksanaan pembayaran dividen 17 Desember 2013. Dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 3 Desember 2013 sampai dengan pukul 16.00.

Dividen yang dibagikan akan dipotong pajak sesuai dengan kententuan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Keputusan tersebut telah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham 6 Mei 2013. Sebagai informasi, PT Bank Central Asia Tbk mencetak laba bersih kuartal ketiga 2013 sebesar Rp10,4 triliun atau naik 25,2% dari periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp8,3 triliun.

Selain itu, pendapatan bunga bersih meningkat 24,7% menjadi Rp19,1 triliun yang ditopang oleh yield aktiva produktif yang lebih tinggi dan pertumbuhan kredit yang berkelanjutan. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mengatakan, pendapatan opesional meningkat 23,6% menjadi Rp24,5 triliun pada sembilan bulan pertama 2013 dari Rp19,8 triliun pada sembilan bulan pertama 2012,”Peningkatan dana rekening transaksi berhasil mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga. Dana rekening transaksi naik 13,3% dibandingkan sebelumnya mencapai Rp322,2 triliun”, jelas dia.

Hal ini mendukung pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 11,9% menjadi Rp400,4 triliun pada September 2013 dan saldo CASA berkontribusi lebih dari 80% terhadap total dana pihak ketiga. Sementara itu, dana deposito naik 6,6% menjadi Rp78,2 triliun pada September 2013 dari sebelumnya Rp73,4 triliun.“Ditengah situasi sekarang ini dimana banyak tantangan yang menandai perlambatan pertumbuhan ekonomi, tekanan inflasi yang lebih tinggi dan melemahnya nilai tukar rupiah, likuiditas dan permodalan kami masih kokoh”, ujarnya

Tidak hanya itu, BCA juga mencatat marjin bunga bersih (NIM) naik sebesar 62 bps dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya menjadi 6%. Pendapatan operasional lainnya tumbuh 19,7% menjadi Rp5,4 triliun yang didukung kenaikan pendapatan provisi dan komisi sebesar 18,0%. (bani)

Related posts