Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Kalimantan, Kemenparekraf Gelar Pameran

NERACA

Jakarta - Kasubdit Promosi Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Trindiana Tikupasang mengatakan bahwa Pulau Kalimantan menyimpan daya tarik khususnya keanekaragaman pariwisata yang dapat dijadikan aset bagi pengembangan pariwisata Indonesia terutama buat meningkatkan mobilitas dan kunjungan wisatawan Nusantara antarpropinsi dan antarkabupaten ke seluruh destinasi pariwisata di Kalimantan.

Guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kalimantan, pihaknya menyelenggarakan Direct Promotion di Mall Botany Square Bogor pada Rabu dan Kamis (13-14/11) mendatang. Dalam kegiatan tersebut, Tridiana mengungkapkan tersebut akan dijual paket-paket wisata di seluruh wilayah Kalimantan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Ia menjelaskan masyarakat pun akan mendapat informasi seputar obyek-obyek wisata di Kalimantan, sehingga dapat dibuatkan paket perjalanan sesuai dengan keinginan konsumen. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan industri kreatif berupa kalung, gelang, dan tas manik-manik Kalimantan.

Trindiana berharap melalui Direct Promotion Kalimantan di Mall Botany Square Bogor dapat meningkatkan penjualan paket wisata dalam negeri sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara antarkabupaten, kota, propinsi dan pulau. “Kegiatan itu juga untuk mempromosikan kepada masyarakat mengenai keindahan alam dan keanekaragaman seni budaya Indonesia,” kata Trindiana di kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

Trindiana berharap masyarakat tertarik untuk berwisata ke Kalimantan. Mengingat Pulau Kalimantan punya keindahan hutan tropis yang masih sangat asri dan banyak obyek wisata. Di antaranya, Kalimantan Timur tepatnya di Kabupaten Berau yaitu Pulau Derawan, sebuah tempat yang sangat indah untuk menikmati alam bawah laut. Ada juga pulau Kakaban dengan ubur-ubur atau disebut Jellyfish yang terkenal dengan ubur-ubur tidak menyengat dan tidak gatal apabila menyentuh kulit. “Ada juga, pulau Maratua yang terkenal dengan penyu hijaunya,” ujar dia.

Kemudian, lanjut dia, ada juga di Kalimantan Tengah yang terkenal dengan obyek wisata Taman Nasional Tanjung Putting. Selanjutnya, Kalimantan Barat yang terkenal dengan tugu khatulistiwa dan event budaya Cap Go Meh yang bisa disaksikan pada Februari, karena event itu bertepatan dengan perayaan Imlek masyarakat Kota Singkawang.

Selanjutnya di Kalimantan Selatan, ada makanan tradisional di pasar terapung yaitu pasar di atas sungai dengan menggunakan jukung atau perahu kecil. Terakhir, ada asesoris batu-batu permata yang sangat indah di Martapura, Kalimantan Selatan. “Sehingga, pengunjung bisa menikmati Kalimantan bersama keluarga pada liburan akhir tahun ini, bagi mereka yang suka travelling,” kata dia.

Menurut catatan Kemenparekraf, jumlah perjalanan wisatawan ke Kalimantan selama 2012 mencapai 11 juta kali perjalanan. Terbilang kecil dibandingkan total perjalanan wisatawan dalam negeri tahun lalu yang sebanyak 250 juta perjalanan. Karenanya, kini Kemenparekraf aktif menawarkan pariwisata Kalimantan ke berbagai daerah termasuk Jatim. Sebagai provinsi kedua terbesar di Indonesia dan dengan potensi ekonomi yang terus bertumbuh melebihi nasional, potensi menggaet wisatawan Jatim untuk pergi Kalimantan cukup besar. “Banyak ekspatriat yang bekerja pada industri di Jatim tentu membutuhkan destinasi wisata baru, Kalimantan bisa menjadi alteratif,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Promosi Dalam Negeri Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf Rizki Handayani, mengatakan Kalimantan sebenarnya mempunyai potensi sangat besar menjadi destinasi wisata alternatif pariwisata dalam negeri. “Kami terus mendorong pergerakan wisatawan nusantara dalam rangka menggerakkan pertumbuhan pariwisata dalam negeri, salah satunya untuk tujuan Kalimantan karena daerah ini mempunyai titik-titik destinasi yang beragam dan potensial,” ujarnya.

Ia mencontohkan Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dan Taman Nasional Tanjung Puting di Provinsi Kalimantan Tengah, yang menjadi salah satu destinasi favorit bagi turis asing dan lokal. Keduanya mempunyai potensi pariwisata yang sangat kuat hingga masuk dalam program Destination Management Organization (DMO) yang dikembangkan Kemenparekraf. DMO sendiri merupakan program tata kelola destinasi pariwisata yang mencakup perencanaan, koordinasi, implementasi dan pengendalian organisasi pariwisata di Indonesia yang ditetapkan pada 2010 hingga 2014.

Related posts