Eksplorasi Bayan Resources Capai US$ 204,9 Ribu

NERACA

Jakarta – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) telah mengeluarkan dana eksplorasi sebesar US$204,9 ribu untuk aktivitas eksplorasinya yang dilakukan bersama anak usahanya pada Oktober 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur PT Bayan Resources Tbk Chin Wai Fong menyebutkan, eksplorasi perseroan di bulan Oktober 2013 dilakukan oleh enam anak usaha perseroan. Disebutkan, pada eksplorasi perseroan yang di lakukan di Blok Keham, Blok Payang Selatan, Blok Barat, Blok Sepaso, Blok Midle East, dan Blok MEL, dengan menggunakan metode pemboran open hole dan coring.

Untuk rencana eksplorasi selanjutnya perseroan akan melakukan pengembangan wilayah cadangan batubara dan desain tambang di Blok Keham, Blok Payang Selatan, Blok Barat, Blok Sepaso, Blok Midle East. Sedangkan untuk Blok MEL perseroan rencananya akan mendata dan melakukan penyebaran batubara.

Dalam kegiatan eksplorasi ini, eksplorasi di Blok Keham telah berhasil dilakukan pemboran sebanyak 8 titik dengan total kedalaman bor 361,58 meter. Sedangkan di Blok Payang Selatan sebanyak 24 titik bor berhasil dilakukan dengan kedalaman 859,90 meter. Pada Blok Barat perseroan berhasil melakukan 5 titik bor dengan kedalaman 743,50 meter, dan untuk Blok Sepaso berhasil dilakukan sebanyak 39 bor dengan total kedalaman bor 1.989,90 meter.

Pada Blok Midle East, sebanyak 52 titik bor berhasil dilakukan dengan total kedalaman bor 2.363,20 meter, dan untuk Blok MEL berhasil dilakukan 12 titik bor dengan kedalaman 727 meter. Perseroan membukukan rugi bersih pada kuartal ketiga 2013 mencapai Rp313,4 miliar. Turun drastis bandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 yang berhasil mencetak keuntungan sebesar Rp565,7 miliar. Dengan demikian, rugi bersih per saham setara Rp94.97 per lembar.

Sebelumnya, perseroan menyatakan bila China membatasi impor batu bara berkalori rendah maka dapat memberikan sentimen positif untuk harga jual produksi perseroan. Walaupun cukup banyak melakukan ekspor ke China tetapi batu bara yang diproduksi perseroan merupakan kalori batu bara yang di atas ketentuan China.

Penjualan batu bara perseroan sebagian besar ke China, yang terbesar ke Vitol Asia, Aron, dan Adani. Perseroan mengharapkan dapat produksi sekitar 14-15 juta ton pada tahun ini. Penjualan perseroan diharapkan sekitar 16 juta ton-17 juta ton. Harga jual rata-rata perseroan diperkirakan US$83-US$486 per metrik ton.

Untuk mengantisipasi harga batu bara yang rendah, perseroan akan melakukan beberapa efisien seperti mengupayakan untuk merenegosiasikan dengan kontraktor agar harga turun. Perseroan memperkirakan satu atau dua kontraktor bisa turunkan harga. Efisiensi lain yang dilakukan dengan menurunkan jumlah tenaga kerja di tambang. (nurul)

Related posts