BNI Gandeng ICC Indonesia - Tingkatkan Bisnis dan SDM Skala Internasional

​NERACA

Jakarta - Sebagai upaya meningkatkan bisnis internasional dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) supaya bisa memberikan layanan yang terbaik, PT Bank Negara Indonesia (BNI) menjalin kerjasama dengan International Chamber of Commerce (ICC) Indonesia.

Direktur Tresuri dan FI, BNI Adi Setianto mengatakan, kerjasama ini ditujukan untuk mengelola transaksi internasional. “Dengan ICC Indonesia ini, menunjukan keseriusan BNI dalam mengolah transaksi internasional, kami yakin langkah ini juga akan bisa membuat puas seluruh stake holder,” kata Adi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Kerjasma ini, tambah Adi akan dilaksanakan dalam bentuk pelaihan dan sertifikasi untuk karyawan BNI oleh ICC Internasional. Dia mengatakan, dengan kompetensi yang bersertifikasi skala internasional ini, diharapkan pelayanan yang diberikan oleh BNI bisa menjadi jaminan pelayanan prima kepada nasabah. “Apalagi BNI didukung dengan lima cabang luar negeri yaitu di New York, London, Hongkong, Tokyo dan Singapura serta didukung oleh banyak bank koresponden di luar negeri," imbuh dia.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Chairman ICC Indonesia, Noke Kiroyan mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik terkait kerjasama ini. Menurut dia, kerjasama ini merupakan kerjasama pertama kalinya bagi ICC Indonesia dengan BNI untuk menjalin kerjasama secara struktur. "Inilah kerja sama terstruktur pertama oleh ICC. Kita sudah banyak melakukan pelatihan dengan BNI, tetapi baru kali ini pelatihan kita didukung oleh seluruh jajaran struktural BNI," kata dia.

Sebelumnya, Bank plat merah ini berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 6,54 triliun sepanjang kuartal III 2013. Angka ini naik sekitar 29,8% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,03 triliun.

Menurut Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo, perolehan laba terjadi akibat ekspansi kredit yang terus tumbuh dan pengelolaan aset yang semakin prudent dan efisien, menurut Gatot hal inilah yang menyebabkan naikknya pendapatan operasional secara signfikan.

Dia juga menjelaskan, dari pertumbuhan laba tersebut, BNI mampu meningkatkan rasio return on asset (ROA) dari 2,8% di kuartal III tahun 2012 menjadi 3,3% kuartal III tahun ini.

Penguatan juga terjadi dengan return on equity (ROE) yakni dari 19,7% dikuartal III tahun lalu, menjadi 21,8% di kuartal III tahun ini. Sedangkan untuk Net Interest Margin (NIM), naik menjadi 6,1% kuartal III 2013, kuartal sebelumnya hanya 5,8%.

Selain peningkatan, BNI juga berhasil menurunkan Cost to Income Ratio (CIR) dari 47,1% di kuartal III tahun lalu, menjadi 44,0% di kuartal III tahun 2013 ini. Serta, untuk biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) dari 72,0% di kuartal III 2012 menjadi 66,8% di kuartal III 2013.


CIR dan BOPO yang semakin baik tersebut juga menjadi faktor penyumbang terbentuknya laba bersih BNI yang tumbuh 29,8 persen tersebut. Membaiknya rasio-rasio tersebut merupakan perwujudan dari pelaksanaan kebijakan strategis BNI dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional melalui berbagai inisiatif strategis. [sylke]

Related posts