Premi Syariah Adira Insurance Capai Rp95 Miliar

​NERACA

Jakarta - Hingga Oktober 2013, PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) melalui bisnis syariahnya berhasil membukukan perolehan premi syariah sebanyak Rp95 miliar. Perolehan ini didominasi dari premi asuransi kendaraan bermotor rosa dua, yakni dengan kontribusi hingga mencapai 48% dari total premi bruto syariah. Sedangkan untuk perolehan premi dari bisnis asuransi kendaraan roda empat tercatat 37% dari total premi bruto syariah.


Direktur Utama Adira Insurance, Indra Baruna mengatakan, asuransi syariah memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. “Masyarakat bisa memperoleh manfaat lebih dengan sistem bagi hasilnya yang ada pada produk produk tertentu.” Kata Indra dalam siaran persnya akhir pekan lalu di Jakarta.

Dia menjelaskan, produk asuransi syariah yang dimotori oleh produk Autocillin ini, memang memberikan keleluasaan kepada pelanggan untuk melakukan pembayaran premi seikhlasnya. “Ini yang menjadi keunggulan utama produk syariah Adira Insurance.

Sementara itu, Sharia Division Head Adira Insurance, Bimo Kustoro mengatakan, terdapat beberapa spesifikasi produk unggulan yang dimiliki Adira Insurance. “Misalnya Autocillin ikhlas, asuransi personal accident dalam infag card, asuransi personal accident+PHk (Aqila), lalu Asuransi Amanah Micro dan produk lainnya,” tambah dia.


Untuk meningkatkan distribusi pemasaran, Adira Insurance Syariah juga melakukan perluasan jaringan distribusi pemasaran misalnya di jalur perbankan maupun multifinance. Tidak hanya menawarkan produk, tambah Bimo, Adira Insurance juga giat mengedukasi masyarakat soal asuransi syariah. “Adira Insurance biasanya melakukan pemetaan masyarakat berdasarkan jenisnya, umumnya kami klasifikasikan ke dalam dua kelompok,” imbuh Bimo.


Dia menjelaskan untuk kelompok pertama yakni, Sharia Community adalah kelompok yang terdapat dalam komunitas syariah. Disini Adira Insurance melakukan banyak joint promo dengan lembaga keuangan syariah, baik seminar ataupun pameran. Menurut Bimo, edukasi juga dilakukan dengan event yang bekerjasama dengan lembaga Amil Zakat seperti Rumah Zakat dan Dompet Dhuafa.


Sedangkan untuk kelompok kedua, Adira Insurance menyebutnya, Floating Market, kelompok ini adalah kelompok yang belum masuk ke dalam komunitas syariah. Dalam kelompok ini, Adira Insurance melakukan kerjasama dengan program dan komunitas non keagamaan seperti sekolah atau kampus. Program terdiri dari memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang tertarik untuk membahas asuransi syariah.


Selain itu, ada juga program untuk media massa, yang berbentuk workshop journalist untuk mensosialisasikan konsep dan produk syariah, seperti kerjasama dengan Danamon Syariah dan Gerakan Ekonomi Syariah (GRES). [sylke]

Related posts