BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Melambat

​NERACA

Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksikan akan masih terus melambat. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan angka pertumbuhan hingga ke level 5,5% hingga akhir triwulan empat tahun ini, Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, sedangkan untuk produk domestic bruto (PDB) Indonesia secara triwulanan terus terjadi perlambatan.

“Triwulan satu lalu dari 6,02%, lalu triwulan dua 5,81% sedangkan untuk triwulan tiga 5,62. Perlambatan iini merupakan konsekuensi dari kebijakan stabilitas yang dilakukan bank sentral dan pemerintah, karena memang fokus kami bukan untuk mengurangi pertumbuhan ekonomi, tapi untuk menjaga stabilitas, inflasi dan defisit transaksi berjalan,” kata Perry di Jakarta, Jumat (8/11) pekan lalu.

Lebih lanjut, Perry menjelaskan kebijakan kebijakan tersebut dilakukan untuk merespon kenaikan inflasi akibat pengurangan subsidi bahan bakar minyak, yakni dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate hingga sebanyak 150 basis poin (bps) sejak periode Juni hingga September.

Dia mengatakan, kenaikkan BI Rate utamanya dilakukan untuk mengurangi ekspansi kredit perbankan sehingga bisa memberi dampak untuk perlambatan ekonomi nasional, akibat tingkat suku bunga pinjaman yang menjadi cukup mahal. “Perlambatan ekonomi sendiri akhirnya nanti akan bisa mengurangi daya beli masyarakat sehingga inflasi atau kenaikkan harga akan berkurang,” jelas dia.

Perry memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih akan berada dikisaran 5,7%. “Proyeksi kita itu sebenarnya 5,6 hingga 5,9% jadi 5,7% lah tengah tengahnya, untuk tahun depan, kita masih di kisatan 6, ini sudah termasuk didalammnya 0,2% dari spending pemilu, jadi jika tanpa itu mungkin bisa di 5,8% pertumbuhan untuk tahun depan, kita melihat itu masih cukup baik,” kata dia.

Tidak hanya pertumbuhan ekonomi, bank sentral memang telah melakukan prediksi total terhadap pertumbuhan kredit di tahun 2013 ini akan melambat. BI telah melakukan survey, yang hasilnya menunjukan, pertumbuhan kredit di 2013 ini diperkirakan bisa mencapai 20,8%. Ini direvisi lebih rendah dari survey triwulan sebelumnya sebesar 22,3%

Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs menjelaskan, berdasarkan kelompok bank, perlambatan kredit utamanya terjadi pada bank kelompok besar,“Utamanya pada kelompok bank yang besar, sementara permintaan kredit di kelompok bank menengah dan kecil permintaan masih menguat,” kata Peter.

Perkiraan pertumbuhan kredit tahun 2013 bakal menurun, menurutnya, hasil ini menunjukkan perlambatan kredit dipengaruhi penurunan permintaan kredit baru pada kredit investasi dan kredit konsumsi, permintaan kredit modal kerja masih meningkat. Bank sentral mengungkapkan, revisi perkiraan yang dilakukan terhadap pertumbuhan kredit perbankan 2013 telah sejalan dengan pengaruh perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik dan kenaikkan suku bunga perbankan.

Hasil survei perbankan triwulan III tahun ini menunjukan suku bunga perbankan, baik suku bunga kredit maupun suku bunga dana, diperkirakan akan meningkat pada triwulan IV 2013. Peter juga menjelaskan, kenaikkan suku bunga kredit tertinggi akan terjadi pada suku bunga kredit modal kerja. “Kenaikkannya dari 12,7% pada triwula III tahun ini menjadi 13,06 persen,” tutur Peter.

Suku bunga kredit investasi, tambah Peter, juga meningkat dari yang awalnya sebesar 12% menjadi 12,2% dan juga suku bunga kredit konsumsi yang meningkat dari 13,7% menjadi 133,8%. “Untuk suku bunga dana atau cost of fund diperkirakan akan naik dari awalnya 5,6% di triwulan III menjadi 5,8% pada triwulan IV tahun 2013,” katanya.

Hasil Survei Perbankan juga mengindikasikan kenaikan suku bunga dana berpotensi meningkatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan. Indikasi ini tercermin pada nilai saldo bersih tertimbang (SBT) perkiraan penghimpunan DPK 2013 sebesar 99,5%, meningkat dibandingkan SBT pada tahun lalu sebesar 98,7%. "Optimisme perbankan terhadap peningkatan pertumbuhan DPK diperkirakan terjadi pada kelompok bank besar dan menengah, sedangkan pertumbuhan DPK pada kelompok bank kecil diperkirakan melambat," ujarnya. [sylke]

Related posts