Kemenkeu Perkirakan Defisit APBN 2,3%

Jakarta - Hingga akhir tahun nanti, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendekati 2,3% terhadap PDB Indonesia.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengemukakan pada acara Indonesia Investment Summit di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (7/11), teradpat beberapa faktor yang menyebabkannya. “Ada beberapa faktor penyebabnya,” sebut dia.

Karena itu Chatib, memproyeksikan defisit anggaran sampai akhir tahun nanti disesuaikan juga dengan belanja modal pemerintah. Sehingga, pemerintah dapat melakukan optimalisasi defisit anggaran sesuai realisai belanja modal yang ada saat ini.

"Belanja modal kan agak cepat dengan kebijakan insentif fiskal yang dijalankan. Untuk itu defisit juga pasti aman. Tidak terlau kecil dan tidak besar juga," jelasnya.

Sehingga, lanjut Chatib mengungkapkan realisasi defisit anggaran pada September lalu sebesar 1,48 persen. Dengan momentum defisit anggaran pada bulan lalu, pemerintah menilai angka proyeksi defisit anggaran 2,3% di akhir 2013 juga sejalan dengan upaya pemerintah memperbaiki ekonomi nasional melalui paket kebijakan insentif fiskal.

"Pertumbuhan ekonomi kan diturunkan. Makanya kami kencangkan untuk memperbaiki defisit anggaran sampai akhir tahun," pungkasnya.

Sebelumnya, Banggar DPR melalui Rapat Panitia Kerja (Panja) telah menetapkan asumsi dasar, pendapatan, defisit dan pembiayaan Badan Anggaran DPR RI dalam pembahasan RAPBN 2014, mereka mengusulkan defisit anggaran 1,69% terhadap PDB atau sebesar Rp175,4 triliun.

"Defisit anggaran ditetapkan sebesar Rp175,4 triliun atau sekitar 1,69% terhadap PDB," kata Wakil Menteri Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro, dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat itu dibacakan hasil rapat Panja asumsi dasar, pendapatan, defisit dan pembiayaan. Bambang mengatakan defisit anggaran tersebut berasal dari pendapatan negara sebesar Rp1.667,1 triliun dan belanja negara senilai Rp1.842,5 triliun.

Dari pendapatan negara, penerimaan perpajakan ditargetkan sebesar Rp1.280,4 triliun, dengan penerimaan pajak penghasilan ditetapkan Rp586,3 triliun dan penerimaan PPN sebesar Rp493 triliun. Sedangkan dari belanja negara, pagu belanja pemerintah ditetapkan Rp1.249,9 triliun, serta belanja subsidi energi sebesar Rp282,1 triliun yang terdiri atas subsidi BBM Rp210,7 triliun dan subsidi listrik Rp71,4 triliun. (ahm)

Related posts