Pertumbuhan Kesempatan Kerja Naik 5,62%

Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan angka pertumbuhan kesempatan kerja belakangan ini naik sebesar 5,62%. Meski demikian itu akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan kesempatan kerja di Indonesia.

"Untuk periode 2012-2013 menunjukkan angka negatif di beberapa sektor seperti Pertanian, Industri, Konstruksi dan beberapa sektor lainnya," tutur Armida Alisyahbana, Kepala Bappenas saat Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Kamis (7/11).

Semua itu, lanjut dia disebabkan oleh meningkatnya angka angkatan kerja. Dia menuturkan pihaknya terus melakukan upaya menciptakan kesempatan kerja sehingga bisa mencapai target akhir tahun ini.

Dia juga memaparkan, pertumbuhan kesempatan kerja selama periode 2012-2013 untuk sektor konstruksi mencapai level minus 7,51 persen. Angka ini merupakan angka tertinggi dari semua sektor yang angka pertumbuhannya negatif.

Sektor lainnya, seperti sektor pertanian mencapai minus 2,08 persen, Industri minus 3,19 persen dan gabungan beberapa sektor lainnya yang mencapai minus 9,73 persen.

Beberapa waktu lalu, Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) mengakui pemerintah terus berupaya menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas dan bisa memberikan pendapatan yang lebih baik.

"Peningkatan lapangan kerja itu “inline” dengan pertumbuhan ekonomi kita, ini (penciptaan lapangan kerja) memang satu hal yang tidak bisa segera dilakukan, namun pemerintah akan berupaya secara maksimal," kata Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo di Jakarta

Namun kata Lukita, saat ini perekonomian Indonesia dalam kondisi baik meski perekonomain dunia masih dalam situasi yang penuh ketidakpastian. "Indonesia saat ini dalam kondisi yang sangat baik, maksudnya, pertumbuhan ekonomi kuartal I mencapai 6,3%. Itu adalah salah satu yang tertinggi di atas level 6%,” tambahnya

Menurut Lukita, sementara negara-negara seperti China dan India melambat akibat krisis yang terjadi, namun Indonesia tetap di posisi sama dengan tahun sebelumnya. "Ini adalah suatu kinerja yang baik karena pemerintah mempunyai kebijakan kebijakan yang tepat sehingga kondisi perekonomian baik," kata dia. (ahm)

Related posts