Melesat 123,9%, Saham Sona Topas Disuspensi

Lantaran mengalami kenaikan harga saham tidak wajar sebesar 123,9%, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) pada perdagangan Kamis (7/11) kemarin. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

BEI menilai saham SONA telah meningkat signifikan sebesar Rp2.850 aau 123,9%. Kenaikan tersebut pada penutupan tanggal 23 Oktober di Rp2.300 menjadi Rp5.150 pada 6 November 2013. Penghentian sementara dilakukan untuk cooling down saham tersebut. Langkah penghentian tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai.

Tujuannya memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar unutk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham SONA. Sebelumnya, BEI mengawasi dan menilai telah terjadi peningkatan harga saham pada SONA dan PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA). Peningkatan harga kedua saham tersebut sudah di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya (Unusual Market Activity/UMA).

BEI menghimbau investor untuk memperhatikan jawaban kedua perusahaan tersebut atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerjanya dan keterbukaan informasi. Investor diminta mengkaji kembali rencana corporate action kedua perusahaan tersebut apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Selain itu investor juga dihimbau mempertimbngkan berbagai kemungkinan yang timbul dikemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. Saham SONA sebelumnya pada perdagangan Rabu (6/11) naik 24,8% menjadi Rp5.150. Saham SONA terendah berada di Rp2.200 pada akhir Agustus dan awal September 2013. Sementara saham MAYA pada perdagangan yang sama menguat 15% menjadi Rp2.300. Saham MAYA terendah di harga Rp840 pada 18 September 2013. (nurul)

Related posts