Kenaikan Cadev Jadi Sentimen Positif Pasar

NERACA

Jakarta- Meningkatnya cadangan devisa US$1,3 miliar dinilai menjadi sentimen positif bagi perkembangan pasar saham. Tidak terkecuali bagi pelaksanaan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) tahun ini. “Kondisinya saat ini sudah mulai membaik, pressure-nya juga berkurang. Apalagi setelah diumumkannya kenaikan devisa oleh BI sehingga pelaksanaan IPO tahun ini lebih baik dibandingkan tahun depan.” kata Kepala Riset PT Buana Capital, Alfred Nainggolan di Jakarta, Kamis (7/11).

Menurut dia, perlambatan ekonomi kuartal ketiga 2013 sebesar 5,6% pun tidak lagi menjadi hal yang harus dikhawatirkan. Kondisi perekonomian, kata dia, saat ini telah memasuki masa pemulihan dengan beberapa kebijakan yang dibuat pemerintah, dan cadangan devisa yang meningkat. Bank Indonesia (BI) menyebutkan, jumlah cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober mencapai US$97 miliar, meningkat US$1,3 miliar dari akhir September 2013 sebesar US$ 95,7 miliar.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan 5,5 bulan impor atau setara dengan 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Bank Indonesia pun memandang jumlah tersebut cukup aman untuk mendukung ketahanan sektor eksternal dan berada di atas standar kecukupan internasional.

Selama bisnis calon emiten masih akan tumbuh positif, sambung dia, hal ini akan menjadi daya tarik investor pada saat melakukan penawaran sahamnya ke publik. Tidak terkecuali untuk emiten yang menggeluti bisnis di bidang perkebunan, seperti PT Sawit Sumbermas Sarana. “Growth masih tetap ada, dan perusahaan memiliki marginal cost yang relatif. Untuk perusahaan CPO, RM 2.300 per metrik ton pun masih ada perolehan margin sehingga menjadi daya tarik investor,” tuturnya.

Oleh karena itu, dia memproyeksikan, kondisi pasar di tahun depan akan lebih fluktuatif di banding tahun ini. Pasalnya, momen pemilihan umum (Pemilu), isu tapering off, dan pagu utang (debt ceiling) Amerika Serikat (AS) lagi-lagi akan menjadi sentimen pasar yang akan mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). “Investor tentu akan lebih memilih wait and see lagi dari pada tahun ini.” ujarnya.

Menengarai tahun pemilu, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito pernah mengatakan, BEI menargetkan sebanyak 30 emiten dapat mencatatkan sahamnya di lantai bursa. Jumlah tersebut tidak berubah dengan yang ditargetkan tahun ini. “Ada kekhawatiran pemilu 2014 akan memengaruhi minat calon emiten, makanya kita berharap saja target maksimal 30 emiten,” ucapnya.

Pihaknya mencatat, selain PT Sawit Sumbermas Sarana, ada beberapa perusahaan yang berminat untuk menggelar initial public offering (IPO) pada kuartal keempat 2013. Keempat perusahaan ini disebut sebut akan menggunakan buku Juni 2013 sebagai dasar valuasi, dan akan melepas saham di atas 15%. Salah satunya adalah PT Soechi Lines Tbk, perusahaan perdagangan dan jasa yang akan melepas 20%-30% saham ke publik.

Perseroan telah menunjuk Mandiri Sekuritas dan RHB OSK Securities sebagai penjamin emisi pelaksana efek IPO. Selain itu, ada juga PT Blue Bird Tbk yang akan melepas saham sebanyak 20%-25%. sebagai penjamin emisi, perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Credit Suisse Securities Indonesia, dan PT UBS Securities Indonesia. (lia)

Related posts