Investor Diminta Waspadai Pembalikan Arah

NERACA

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berusaha berada di zona hijau setelah mengikuti laju bursa saham AS yang masih dalam kondisi positif pasca pernyataan beberapa petinggi The Fed bahwa stimulus masih diperlukan. IHSG dinilai kembali memperlihatkan laju anomalinya di saat bursa saham Asia mayoritas berada di zona negatif, dengan melenggang di zona positif. Di sisi lain, meski asing masih gencar berjualan namun, aksi beli dari investor lokal mampu mengimbangi aksi jual tersebut sehingga IHSG mampu melanjutkan pergerakan positif.

Hal ini diungkapkan Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada dalam keterangan resminya (7/11). Dia menambahkan, laju nilai tukar Rupiah yang berbalik menguat memberikan sentimen positif tersendiri bagi IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4494,35 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 4451,39 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4486,11.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual sementara investor domestik mencatatkan nett buy, “Setelah Rupiah dihantam penguatan US$ pasca dirilisnya data-data ekonomi AS yang sebagian besar menunjukkan pertumbuhan positif, kali ini Rupiah bisa kembali rebound”, ujarnya,

Di sisi lain, laju nilai tukar euro yang kembali mengalami penguatan setelah rilis kenaikan indeks harga perumahan Inggris, pertumbuhan factory orders Jerman, dan peningkatan services PMI di sejumlah wilayah Zona Euro turut memberikan imbas positif bagi US$.“Rupiah juga menguat terimbas sikap wait & see pelaku pasar terhadap US$ jelang rilis initial jobless claims. Rupiah di atas target support Rp11436. Rp11415-11378 (kurs tengah BI)”, katanya.

Sementara laju bursa saham Asia kompak di zona merah setelah pelaku pasar menahan diri jelang rilis data-data ekonomi AS lainnya seperti GDP serta klaim pengangguran dan juga menantikan hasil dari pertemuan Uni Eropa. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan pertemuan Partai Komunis Cina untuk menentukan arah kebijakan ekonominya ke depan.

Dia memrediksi pada perdagangan Jumat (8/11) IHSG akan berada pada support 4438-4457 dan resistance 4492-4505. Berpola menyerupai double hammer di atas lower bollinger bands (LBB). MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba melanjutkan upreversal.“Laju IHSG yang dapat berada di atas target resisten (4454-4468) dapat membuka harapan dan peluang untuk kembali melanjutkan penguatan. Akan tetapi, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah seiring kurang kondusifnya laju bursa saham global”, jelasnya.

Dia juga memberikan beberapa pertimbangan saham antara lain BBRI Spt7700-7850 Rst8100-8250|Ladder bottom di atas LBB|Trd buy selama up7950 , ASII Spt6500-6650 Rst6850-6900|Candle lewati middle bollinger band(MBB)|Trd buy selama up6650, BMTR Spt1800-1860 Rst1930-1950|White marubozu di atas MBB|Trd buy selama up1890, ICBP Spt10750-10800 Rst11250-11350|Inverted hammer. RSI upreversal|Trd buy selama up10800. (nurul)

Related posts