Indika Energi Kembangkan Sayap Bisnis Hilir Gas - Bentuk Perusahaan Patungan

Jakarta - PT Indika Energy Tbk (INDY) terus berekspansi dalam mengembangkan bisnisnya. Terbaru, perseroan telah membentuk perusahaan patungan yang bergerak di bidang hilir gas PT Jatiwarna Gas Utama (JGU). Kerjasama ini melibatkan PT LPG Distribusi Indonesia.

Sekretaris Perusahaan INDY Dedy Hardi mengatakan, perseroan memiliki saham di JGU melalui anak usahanya, PT Indika Energy Infrastructure, yang melakukan patungan dengan LPG Distribusi Indonesia. "Anak usaha ini dibentuk untuk menjalankan usaha dalam bidang perdagangan, perindustrian dan jasa," katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (14/7).

Nilai usaha patungan ini sebanyak Rp 1 miliar dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 1 juta per lembar. Sementara modal disetornya sebanyak Rp 250 juta akan dibagi sesuai kepemilikan sama.

PT LPG Distribusi Indonesia menguasai 249 lembar (99,6%) saham sehingga menyetor modal Rp 249 juta. Sedangkan IEI mendapat porsi 1 lembar (0,4%) saham dengan setoran modal Rp 1 juta.

Pembentukan usaha patungan baru ini sudah mendapat restu dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Sebelumnya, perseroan menargetkan volume produksi batu bara pada 2011 bisa menembus 33 juta ton. Direktur Keuangan dan Akuntansi Indika Energy Azis Armand menyampaikan optimistis, target tersebut dapat dipenuhi oleh dua anak usaha perseroan, PT Kideco Jaya Agung dan PT Santan Batubara.

Menurutnya, sekitar 94% dari total target kapasitas produksi batu bara tahun ini akan disumbang dari Kideco. "Sebanyak 31 juta ton batu bara akan diperoleh dari tambang Kideco, sedang sisa 2 juta ton atau setara 6% akan disumbangkan dari tambang Santan," ujar Azis.

Dengan volume produksi 31 juta ton di tambang Kideco, diperkirakan anak usaha ini mampu memberi kontribusi pendapatan kepada Indika Energy sebesar US$ 1,953 miliar atau setara Rp 17,577 triliun rupiah. Adapun tambang Santan diprediksi bisa menyumbang US$ 126 juta atau sekitar Rp 1,134 triliun.

Kata Azis, besaran kontribusi pendapatan itu terkait dengan harga rata-rata batu bara yang saat ini sudah menyentuh US$ 63 per ton. Dia berkeyakinan kenaikan pendapatan ini akan turut memacu peningkatan laba bersih perseroan di akhir tahun yang mencapai double digit atau minimal 10 %.

Kinerja Kuartal I-2011

Kinerja Indika Energy pada kuartal I-2011, hanya mampu meraup laba bersih Rp 266,163 miliar atau turun sekitar 8,56% bila dibanding dengan periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp 292,55 miliar. Penurunan itu disebabkan oleh faktor biaya operasional yang meningkat serta rugi kurs.

Padahal di saat yang sama, pendapatan kontrak dan jasa sebesar Rp 686,122 miliar juga mengalami penurunan tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 703,854 miliar. Namun, total pendapatan perseroan tetap mengalami kenaikan Rp 20,26 miliar rupiah menjadi Rp 768,67 miliar. "Penjualan kami di kuartal pertama memang mengalami penurunan. Tapi, secara terpisah, kontribusi pendapatan dari Petrosea, anak usaha Indika di bidang minyak bumi dan gas mengalami peningkatan," tandasnya.

Namun sayangnya, hasil dari total pendapatan tersebut tidak diimbangi dengan efisiensi beban penjualan dan beban pokok kontrak. Tercatat, jumlah beban Indika Energy sepanjang tiga bulan pertama 2011 mencapai Rp 641,75 miliar, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 575,16 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

2018, Perusahaan Konvensional Terus Tergerus - KONSEKUENSI DERASNYA ARUS DIGITALISASI

Jakarta-Meski ekonomi dunia termasuk Indonesia ‎diperkirakan akan membaik pada 2018, arus digitalisasi terus merambah sehingga perusahaan ritel maupun transportasi konvensional…

Adira Insurance Bentuk Tim Tanggap Bencana

      NERACA   Jakarta - Untuk mengantisipasi bencana banjir ini, Adira Insurance telah membentuk tim tanggap bencana yang…

Menkop Dukung Pemuka Agama Bertausyiah Bisnis

Menkop Dukung Pemuka Agama Bertausyiah Bisnis NERACA Mojokerto - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mendukung para ulama ataupun pemuka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presdir Hero Supermarket Mengundurkan Diri

Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengundurkan diri. Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan HERO dalam siaran persnya…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Jakarta Garden City Raih PMSEA 2018

NERACA Jakarta -- Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City (JGC) seluas 370 hektar, yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses,…