UNTR Suntik Modal Anak Usaha US$1,6 Juta

NERACA

Jakarta-PT United tractors Tbk (UNTR) tercatat terus menggenjot kinerja anak usahanya untuk menopang kinerja perseroan. Catat saja, setelah memberikan pinjaman senilai US$1,82 juta kepada PT Bina Pertiwi (BP), perseroan kembali menyuntikkan modal kerja senilai US$1.677.500 kepada anak usahanya tersebut.

Sekretaris Perusahaan, Sara K. Loebis mengatakan, perseroan telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan PT Bina Pertiwi pada 4 november 2013. Berdasarkan perjanjian tersebut perseroan telah menyetujui untuk memberikan pinjaman sebesar US$1,6 juta kepada BP yang akan dipergunakan untuk keperluan modal kerja BP. Fasilitas pinjaman ini memiliki tingkat bunga SIBOR 2,5% yang bersifat revol ving loan.“Secara bisnis bagi BP akan lebih menguntungkan apabila BP mendapatkan pinjaman ini dibandingkan bila UT harus menyimpan dana kasnya di bank dengan rate deposito bank saat ini.” jelas Sara K. Loebis dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (7/11).

Menurut dia, BP merupakan anak usaha yang 99,99% sahamnya dimiliki perseroan. Transaksi ini pun dinilai tidak termasuk sebagai transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam peraturan IX.E.I sehingga tidak memerlukan persetujuan pemegang saham independen. Selain itu juga tidak termasuk transaksi materian dan perubahan kegiatan usaha sebagaimana didefinisikan dalam peraturan IX.E.2

Pihak manajemen sebelumnya mengakui, tahun ini menjadi tantangan cukup berat karena sektor pertambangan melambat dan kompetisi semakin ketat di penjualan alat berat khususnya non sektor pertambangan. Untuk menyiasati persaingan industri sejak akhir tahun lalu perseroan telah melakukan diversifikasi karena permintaan lebih banyak di konstruksi dan perkebunan.

Namun untuk saat ini, kata dia, banyak pihak lain yang menawarkan produk tipe kecil untuk sektor konstruksi dan kompetisinya cukup kencang. Pihaknya mencatat, pada paruh pertama tahun ini mencatatkan laba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 25,18% menjadi Rp2,3 triliun. Padahal priode yang sama tahun lalu perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp3,08 triliun.

Dari informasi yang diperoleh, industri alat pertanian dinilai memiliki potensi pasar yang cukup besar. Asosiasi Perusahaan Alat dan Mesin Pertanian Indonesia (Alsantani) mencatat, kebutuhan alat dan mesin pertanian seperti traktor setiap tahunnya mencapai 200.000 unit, atau tumbuh minimal 5%. Sebagai salah satu perusahaan yang menggeluti bisnis ini, PT Bina Pertiwi menargetkan pertumbuhan bisnisnya dapat mencapai 16%.(lia)

Related posts