Mandiri Bakal Datangkan 475 Investor Ke Indonesia - Nilai Investasi Ditaksir US$ 3,1 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menggalang dukungan bersama Mandiri Sekuritas dan Goldman Sachs untuk mendatangkan 475 investor yang nanti, diharapkan bisa bergabung dan menanamkan modalnya di Indonesia. Rencananya, perseroan akan menggelar acara Mandiri Investment Forum 2013 pada 11-12 November 2013 di Grand Hyat, Jakarta. Sekitar 400 investor lokal dan 75 investor asing rencananya akan datang pada acara ini.

Menurut Managing Director of Finance and Strategy PT Bank Mandiri Tbk Pahala N Mansury, acara ini merupakan yang ke lima kalinya sejak 2009, dengan tema investasi di beberapa wilayah. Dia menyatakan pihaknya mengundang investor hingga pelosok Indonesia seperti Papua Investment Day, Maluku, dan juga NTT, “Ini forum strategis nilainya karena banyak dampaknya pada situasi global maupun ekonomi Indonesia, dan non-ekonomi, termasuk menghadapi tahun Pemilu 2014 mendatang dan juga pengaruh kebijakan ekonomi AS yang berpengaruh terhadap bagaimana para investor menanamkan modalnya”, katanya di Jakarta, Kamis (7/11).

Diprediksi para investor asing yang hadir memiliki Asset Under Management (AUM) sekitar US$3,1 triliun. Sehingga forum tersebut sangat penting karena untuk menciptakan sinergi antara investor dan pemangku kepentingan guna menangkap peluang investasi yang dapat mendukung upaya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dia juga menyebutkan, data yang dirilis Institute for International Finance pada Oktober 2013, aliran modal asing ke emerging market akan melambat menjadi sekitar US$295 miliar pada 2014. nilai ini lebih rendah dibandingkan proyeksi tahun 2013 mencapai US$310 miliar.

Sehingga melalui acara ini, perseroan berharap akan muncul banyak diplomasi ekonomi Indonesia, khususnya tentang bagaimana kondisi ekonomi di Indonesia mampu dipahami para investor dengan sebaik-baiknya. Termasuk juga paket-paket kebijakan apa saja yang saat ini tengah disiapkan pemerintah.

Sementara itu, ditempat yang sama Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti, memperkirakan akan terjadi transaksi sebesar US$3,1 triliun oleh para investor yang hadir dalam acara ini. “Jadi banyak sekali uang yang akan dibawa investor domestik dan luar, dari direct investment maupun potofolio investment”, tuturnya.

Dia menambahkan, Bank Mandiri mengharapkan 5% investor dari Cina dapat beralih ke Indonesia. Meskipun dalam jumlah kecil, dia menilai hal ini akan berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.“Saat ini Bank Mandiri tengah berkonsentrasi pada investasi yang masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, dengan tambahan investasi ini, maka ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih cepat. 5% saja Investment Cina masuk ke Indonesia, maka ekonomi kita tumbuh akan lebih cepat lagi. Foreign direct investment (FDI) terhadap gross domestic bruto (GDP) kita saat ini masih 2,2%”, jelasnya.

Menurut dia, Indonesia harus berusaha keras dalam memikat investor, baik domestik maupun asing, mengingat pertumbuhan market Indonesia yang pesat. Selain itu, jumlah SDM Indonesia pun jauh lebih banyak, karenanya banyak hal yang berpeluang besar untuk mengembangkan bisnis investor.“Sangat disayangkan jika kita memiliki market bagus, SDM banyak tapi masih kurang menarik investor yang terlihat dari trend investasi yang terus turun”, ujarnya.

Related posts