Sukses Akibat Spekulasi

Ambry Irawan, Manager FX: 1 Academy

Berani berspekulasi memang terkadang sering berbuah kegagalan. Tetapi tak jarang, keberanian seseorang berspekulasi juga menuai kesuksesan. Seperti yang dialami Ambry Irawan yang kini menjabat Manager di FX:1 Academy, ketika memutuskan untuk bermain forex, dia yang saat krisis 1998 terjadi melihat dolar tengah naik, berspekulasi menarik dananya di salah satu bank swasta untuk dibelanjakan dolar.

Benar saja, perkiraan Ambry tepat, dana yang ditariknya dari rekening pribadinya itu berkembang pesat akibat melonjaknya harga dolar di tahun itu. Setelah itu dia pun ketagihan bertransaksi forex hingga sekarang ini.

“Waktu itu harga dolar sudah naik ke Rp3000, tetapi saya fikir harganya akan terus naik, makanya saya tarik uang tabungan saya untuk membeli dolar. Hasilnya lumayan, karena dolar saat itu tembus di angka Rp15.000,” kenang dia.

Meskipun terus menuai sukses di tahun itu, Ambry harus menyerah pada pepatah “Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan terjatuh”. Ya, ketika memutuskan untuk keluar dari pekerjaan utamanya di perusahaan perkapalan dan fokus trading di salah satu perusahaan pialang, kerugian pun dialaminya. Alih-alih kapok, dia malah terus menkuni bertransaksi forex.

“Prinsip saya, saya harus mengembalikan kerugian saya. Saat itu saya mulai rajin mengikuti seminar, dan kursus, bahkan hingga ke Singapura pun saya lakukan, tujuannya satu, saya ingin mengembalikan kerugian yang telah saya alami,” tegas dia.

Nah, dengan mengambil bagian pada kursus-kursus, seminar-seminar, diakui Ambry dirinya jadi tahu apa yang menyebabkan dia sampai mengalami kerugian di masa lampau. Sehingga, walaupun tidak mendapat untung tetapi kerugian dapat diminimalisasi. “Bukan berarti dengan ikut pendidikan selalu mulus dalam setiap transaksi, karena yang terpenting adalah bagaimana meminimalisir kerugian. Dan dengan ikut pendidikan, kita tahu bagaimana caranya,” sebut dia.

Kuncinya sukses Ambry sebagai trader adalah rasa syukurnya yang begitu besar. Baik kala diberi profit atau pun lost. Menurutnya, manusia selalu bersyukur kalau diberi keuntungan, sementara mereka tidak mau bersyukur kalau kerugian yang didapatkan. Nah, berdasarkan prinsip inilah dia kini terus menuai keuntungan. Dengan artian, kerugian yang diderita dapat segera dibalas dengan keuntungan.

Gabung FX

Bagi Ambry, tak ada alasan kuat untuk gabung FX:1 Academy selain persamaan visi dan misi dia dengan perushaan yang kini ia bela. Yaitu ingin memberi edukasi atau “pencerahan” kepada masyarakat luas. Karena hingga saat ini menurut dia masih banyak masyarakat yang merasa apatis dengan transaksi forex.

Ya, menurut dia, keberadaan FX:1 Academy adalah untuk mengdukasi masyarakat bagaimana caranya mengelola transaksi yang benar di pasar forex. Karena saat ini sebagian masyarakat memiliki persepsi keliru. “Kan tipikal investor kita ingin cepat kaya, persepsi seperti ini yang salah. Memang untuk itu bisa saja terjadi dengan bertransaksi forex, tetapi itu persepsi yang salah, karena itu akan mengakibatkan kerugian,” jawab dia.

Dia mengkisahkan, saat ini telah banyak beroperasi perusahaan investasi bodong, yang mengiming-imingi keuntungan besar, tetapi malah kabur usai mengambil keuntungan dari keteledoran masyarakat. Karena itu, dia meminta masyarakat untuk merubah persepsi mereka untuk tidak lagi mengharapkan keuntungan dengan cara salah.

Sementara itu, mengenai program, FX:1 Academy lebih menekankan sistem mentoring pada pendidikannya. Dengan ditemani olah orang yang berpengalaman dan terus mengekor selama beberapa bulan, diharapkan peserta tahu bagaimana metode untuk memperoleh keuntungan.

“Meskipun kita (FX:1 Academy) baru, tetapi saat ini hasilnya sudah cukup positif. Mereka yang baru ikut program kita selama dua bulan saja, sudah mampu secara konsisten menghasilkan keuntungan,” tegas bapak beranak dua ini.

Hobi dan Cita-cita

Sebagai orang yang terus bekerja menantang adrenaline membuat Ambry keranjingan mengendarai motor soprt milikinya. Bahkan, ia juga keranjingan touring ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Enaknya touring, kata Ambry, dia tidak harus meninggalkan pekerjaannya untuk bertarnsaksi. Karena zaman sekarang kemajuan teknologi sangat mendukung dalm transaksi. Kapan pun dan dimana pun trensaksi dapat dilakukannya.

“Bekerja di forex memang sangat menantang adrenaline makanya saya senang, sama halnya saya menyenangi motor sport. Untuk koleksi motor sport sih saya ada beberapa, tetapi tak banyak lah. Kalau untuk touring ke seluruh Indonesia, belum juga sebetulnya, tetapi kalau untuk Jawa-Bali sudah. Karena untuk luar Jawa Bali jalanannya tidak bagus untuk dilewati motor sport,” kisah dia.

Sementara itu, menganai cita-cita, penggila motor sport ini ingin sekali memiliki sekolah, mulai dari SD, SMP dan SMA. Nah, uniknya sekolah yang akan dibangunnya nanti tidak akan memungut biaya kepada murid-muridnya. Meski demikian, untuk beasiswa sudah secara rutin diberikannya kepada beberapa anak dalam dua tahun ini.

“Kalau untuk beasiswa sih saya sudah memberikannya kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu. Tetapi untuk membangun sekolah yang benar-benar free itu yang saya idam-idamkan,” tegas dia.

Saat ini, cita-cita mulia itu tengah berjalan, kalau tidak ada aral melintang, kabarnya dalam tiga empat tahun sekolah gratis itu akan berdiri. Soal dananya sendiri, kata Ambry akan menggunakan sebagian keuntungannya bertransaksi valas.

Tetapi, ia tidak menutup kemungkinan untuk mengajak pihak lain. Karena meurutnya, dengan membangun sekolah secara bersama-sama pasti akan lebih mudah. Bahkan, sejak saat ini dia telah menawarkan kepada teman-temannya sesama trader untuk ikut gabung menyisihkan sebagian keuntungan mereka demi merealisasikan sekolah gratis tersebut.

Related posts