Bantu Anak NTT Capai Usia 5 Tahun - Kemitraan Lifebuoy dan Carrefour

Dalam rangka hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia 2013, Lifebuoy dan Carrefour bermitra menyelamatkan balita dari Diare, sekaligus mengingatkan seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya cuci tangan pakai sabun untuk pencegahan penyakit, serta sebagai momentum dukungan masyarakat untuk membantu anak-anak NTT capai usia 5 tahun dan seterusnya.

NERACA

Di Indonesia, 152.000 balita meninggal dunia pada tahun 2012. 1 Ini berarti 17 balita meninggal dunia setiap jamnya. Beberapa propinsi di Indonesia bahkan memiliki angka kematian balita lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat nasional, seperti NTT yang tingkat kematiannya 58 per 1000 kelahiran hidup.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan dua per tiga dari kematian balita diakibatkan oleh penyakit seperti diare dan ISPA. Hal ini sangat ironis karena diare dan ISPA dapat dicegah melalui kebiasaan yang sederhana, murah dan mudah yaitu cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir yang dapat menurunkan risiko diare hingga 50% dan ISPA hingga 45%.

Melihat tingginya angka kematian balita tersebut, sekaligus untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai target Millenium Development Goal untuk menekan angka kematian balita hingga 32 per 1000 kelahiran hidup, Lifebuoy menjalin kemitraan strategis bersama PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) untuk melakukan program intervensi di NTT, dalam upaya menyelamatkan jutaan anak Indonesia melalui edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dicanangkan oleh Kementerian

“Sejak tahun 2008, Lifebuoy selalu bermitra dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merayakan Hari Cuci Tangan Sedunia. Sungguh merupakan kebahagiaan tahun ini kami bisa memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia dalam kemitraan bersama PT Trans Retai Indonesia dan ambil bagian dalam upaya menyelamatkan jutaan anak di Indonesia. Kemitraan ini juga sejalan dengan Unilever Sustainable Living Plan, dimana kami berkomitmen membantu lebih dari 1 miliar orang meningkatkan kebiasaan hidup bersih pada 2020, salah satunya melalui program ‘Help a Child Reach 5’ yang kini kami adaptasikan menjadi ‘5 Tahun Bisa untuk NTT’ di Indonesia,” tutur External Relations Director & Corporate Secretary PTUnilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso.

Hal senada juga dilontarkan oleh Corporate Affairs Director PT Trans Retail Indonesia RM. Adji Srihandoyo. Menurut dia, kemitraan tersebut didasari oleh visi yang sama, agar hidup masyarakat Indonesia menjadi lebih baik.

“Kami dan PT Unilever Indonesia melalui brand Lifebuoy juga berbagi kepedulian yang sama, yaitu membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menyelamatkan lebih banyak anak-anak di Indonesia,” kata dia.

Salah satu cara membantu yang paling sederhana namun besar artinya ialah dengan mendukung program ini salah satunya dengan cara berkontribusi donasi melalui pembelian produk Lifebuoy di toko Carrefour seluruh Indonesia hingga 23 November 2013.

“Lifebuoy ingin membantu anak-anak di NTT hidup lebih sehat, bisa merayakan usia 5 tahun dan seterusnya. Kami berkomitmen untuk mewujudkan hal ini melalui kampanye ‘5 Tahun Bisa untuk NTT’ yang akan mengadopsi sebuah desa di NTT dan melakukan bentuk intervensi mulai dari perbaikan akses air bersih sehingga memungkinkan kami untuk memberikan edukasi dan membentuk kebiasaan PHBS untuk membantu mencegah kematian balita di wilayah tersebut,” urai Sancoyo.

Selain dengan berbelanja di Carrefour, masyarakat juga bisa mendapatkan informasi lebih banyak mengenai program ini sekaligus menunjukkan dukungan melalui beberapa cara 1) Klik ‘Like’ di halaman facebook Lifebuoy 2) Mengunjungi website lifebuoy www.lifebuoy.co.id3) Menonton video ‘5 Tahun Bisa untuk NTT’ di halaman Youtube Lifebuoy. Lifebuoy akan mendonasikan Rp100 bagi program ‘5 Tahun Bisa untuk NTT’ untuk setiap 1dukungan yang diberikan selama periode tersebut.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut serta dalam membantu menyelamatkan jutaan jiwa anak-anak Indonesia. Kami percaya, langkah kecil bentuk kepedulian Anda akan memberi banyak arti bagi anak-anak di desa Bitobe. Kerja sama kita semua akan menyelamatkan hidup mereka. Semoga acara pada hari ini dapat menjadi momen penting bagi kita semua dan seluruh keluarga Indonesia, untuk menjadi lebih peka kesehatan, demi kesehatan bangsa Indonesia yang lebih sehat,” tutup Sancoyo.

Related posts