Indosurya Group Merambah Dunia Asuransi

NERACA

Melihat pertumbuhan industri asuransi yang sangat bagus prospeknya membuat Indosurya Group membuka unit bisnis baru, yaitu PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses atau Indosurya Life.

Sebagai bagian dari Indosurya Group, dalam lima tahun pertama, Indosurya Life akan mengandalkan captive market sebagai nasabahnya. Kontribusicaptive marketditargetkan mencapai 60-70 persen terhadap total pendapatan premi perusahaan.

Technical Advisor Indosurya Life KC Wong mengatakan, lahirnya Indosurya Life melengkapi unit usaha yang sudah ada di Indosurya Group, yaitu aset manajemen melalui Indosurya Asset Management, sekuritas melalui Asjaya Indosurya Securities dan multifinance dengan bendera Indosurya Inti Finance. Dengan beroperasinya Indosurya Life menurut Wong, bisa memberikan layanan jasa keuangan yang terintegrasi di antara sektor usaha yang ada di Indosurya Group.

"Kami ingin membuat model bisnis yang one stop financial solution sehingga bisa memberikan tambahan bagi Indosurya Group," jelas KC Wong dalam acara Pengenalan Perdana Indosurya Life di salah satu Hotel di Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, perusahaan harus memanfaatkan pasar yang sudah ada sebelum bergelut dengan pasar lain. Pasalnya, hal ini yang menjadi kelebihan Indosurya Life dibandingkan perusahaan lain.

Pada tahap awal, perusahaan akan mengefektifkan 500 tenaga pemasaran Indosurya Group untuk memasarkan produk Indosurya Life. Selain itu, KC mengungkapkan, perusahaan juga akan membuka kantor cabang di sejumlah daerah, yaitu Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, Bali dan Pekanbaru.

Ke depan, perseroan akan mengembangkan jalur distribusi lain, seperti bancassurance. "Model pemasaran kami nantinya adalah multi channel distribusi,"tandasnya.

Direktur Indosurya Life Sukawati Lubis menjelaskan, produk yang sudah disiapkan perseroan untuk dipasarkan adalah produk asuransi kecelakaan diri(personal accident/PA),asuransi jiwa kredit dan term life. Menurutnya, produk-produk ini sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain ketiga produk ini, perseroan akan mengembangkan produk lainnya, sepertiendowmentdanunit link."Produk-produk ini mulai dipasarkan tahun depan," tegas Sukawati.

Related posts