Ekonomi Lesu, BCA Tetap Gelar IKF II

NERACA

Jakarta – Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan atau diprediksi hanya tumbuh sekitar 5,6% pada 2013 ini dan 5,3% tahun 2014 mendatang, namun tidak mengurungkan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk menggelar Conference and Expo Indonesia Knowledge Forum (IKF) II.

Pembina BCA Learning Service, Cyrillus Harinowo menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkaya khazanah pengetahuan masyarakat Indonesia, “Indonesia Knowledge Forum akan tetap kita selenggarakan dengan mengusung tema Membangun Budaya Bangsa dengan Budaya Kreatif dan Inovatif,”ujarnya.

Menurutnya, Harinowo, hasil akhir sebuah proses kreatif merupakan salah satu inovasi yang harus dilakukan. Sebuah bangsa menjadi besar jika memiliki putra-putri kreatif yang senantiasa berpikir mencari ide-ide menghasilkan berbagai inovasi dalam berbagai aspek. “Baik profesional maupun pelaku bisnis akan solusi kreatif dan inovatif untuk menghadapi tantangan organisasi dan informasi seputar perekonomian Indonesia di tengah-tengah perekonomian global tahun 2014 mendatang,” kata Harinowo.

Lebih lanjut, Harinowo mengatakan pihaknya berharap para peserta dapat mengembangkan dan memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari IKF II. “Melalui acara ini, BCA berharap para peserta dapat mengembangkan dan memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari IKF II sehingga Indonesia tidak hanya dikenal sebagai bangsa yang kaya alam, tetapi juga terus-menerus mengasah kreativitas guna menghasilkan inovasi di tingkat global,” tutur Harinowo.

Sementara itu, General Manager BCA Learning Service, Lena Setiawati menuturkan agar acara ini dapat menjadi ajang bagi para peserta untuk mengembangkan kemampuan mereka untuk menjadi lebih baik lagi. “Kami berharap peserta dapat mengembangkan dan memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari IKF II sehingga semakin banyak masyarakat yang mengembangkan kemampuannya dengan baik,” kata Lena.

IKF II terdiri dari empat track sesi topik pembicaraan, yakni economy, human capital & leadership, creativity & innovation, dan marketing.Dalam konferensi ini, pembicara yang dihadirkan antara lain, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional Raden Pardede, Pengamat Ekonomi Faisal Basri, Pendiri Indonesia Mengajar Anies Baswedan, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan, dan CEO PT Unilever Indonesia Tbk Maurits Lalisang. (sylke)

Related posts